Lovely Man, Menggali Makna Hubungan Ayah-Anak

Donny Damara saat pemutaran perdana film Lovely Man (Yanuar Rahman/ BERITASATU)

Oleh: | Rabu, 9 Mei 2012 | 15:31 WIB
Berhasil mengajak penonton memaknai isu minoritas (transgender) di balik kisah bertema keluarga.

Semakin banyaknya produksi film Indonesia, memberi kesempatan pada sineas dalam negeri untuk mengembangkan kisah-kisah yang diangkat ke layar lebar. Salah satunya mengangkat isu minoritas yang dialami kaum transgender.

Tema minoritas ini mengemuka dalam film Lovely Man, karya sutradara Teddy Soeriaatmadja. Dikisahkan Cahaya, seorang remaja lulusan pesantren datang ke ibu kota untuk bertemu dengan ayahnya yang sudah 14 tahun meninggalkannya.

Setelah melewati perjalanan panjang, akhirnya ia berjumpa dengan ayahnya yang bernama Saiful atau Ipuy. Tetapi betapa terkejutnya Cahaya ketika menemukan sosok ayah yang jauh dari bayangannya. Ipuy ternyata seorang transgender alias waria.



Meski terpukul, tetapi Cahaya tetap mencoba untuk menerima keadaan tersebut. Rasa rindu terhadap sosok ayahnya mengalahkan rasa terkejut setelah melihat sosok lain dari sang ayah.



Sepanjang pertemuan tersebut, Ipuy tak sekali pun menunjukkan sikap yang ramah. Bahkan berkali-kali Ipuy menghardik Cahaya karena merasa putrinya tersebut terlalu banyak bertanya.



Sampai pada akhirnya Ipuy menyadari bahwa putrinya tersebut sedang hamil hasil hubungan Cahaya dengan kekasihnya. Ipuy juga melihat bahwa Cahaya lebih memerlukan masukan dan dukungan dalam kondisi yang tengah dihadapinya. Saat itulah Ipuy bersikap lunak dan mau membuka diri kepada putrinya tersebut.



Film arahan Teddy Soeriaatmadja yang berdurasi sekitar 70 menit ini memang terbilang mengagumkan. Dengan pendanaan yang terbilang minim, Teddy coba membangun cerita yang dalam dan mengedepankan narasi serta latar yang dekat dengan keseharian. 'Kejujuran' yang disampaikan dalam film Lovely Man tersebut menjadi nilai lebih.



"Kita bikinnya dengan gaya survival, dengan lensa dan lighting yang apa adanya, lahir dari keterbatasan resources hingga akhirnya menampilkan look seperti ini," kata Teddy saat ditemui usai pemutaran perdana film Lovely Man di Senayan City, Jakarta Selasa (8/5) malam.



Selain itu, Donny Damara serta Raihanun yang menjadi tokoh sentral dalam cerita tersebut juga menjadi bagian yang membuat film ini begitu hidup dan menyentuh.



Peran Donny sebagai seorang transgender bernama Ipuy terlihat sangat natural dan lepas. Begitu pula dengan Raihanun yang menjadi seorang perempuan remaja lulusan pesantren. Hubungan absurd antara ayah dan anak di film ini begitu alami terlihat sehingga cerita yang terbilang tidak biasa ini mampu dicerna dan diterima oleh penontonnya.



"Saya punya teman-teman transgender. Saya bisa belajar gestur mereka kalau lagi curhat, atau menggaet pelanggannya. Setelah itu mas Teddy yang memagarinya. Selain itu juga banyak dibantu oleh partner bermain," kata Donny mengomentari tentang pendalaman aktingnya dalam film Lovely Man.



Akan ditayangkan mulai tanggal 10 Mei 2012 mendatang di bioskop-bioskop, film yang tercatat telah mengikuti 11 festival film internasional dan meraih beberapa penghargaan ini dinilai mampu memberikan warna lain dalam dunia perfilman Indonesia.


Sumber:
ARTIKEL TERKAIT