Home | Index | Galeri Foto | Login | Daftar
Rabu, 22 Februari 2012 | 19:03
Ilustrasi pentingnya remaja mendapat pengetahuan yang benar mengenai kesehatan reproduksinya.
Kesehatan Reproduksi Remaja Akan Masuk Kurikulum Nasional
Agar remaja memiliki pengetahuan yang benar mengenai kesehatan reproduksinya, mengingat itu memengaruhi perilaku seks pranikah.

Deputi bidang keluarga sejahtera dan pemberdayaan keluarga badan kependudukan dan keluarga berencana nasional, Sudibyo Alimoeso mengatakan, kesehatan reproduksi remaja akan dimasukkan dalam kurikulum pendidikan nasional.

"Hal ini masih didalami oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," katanya di kantor BKKBN Jakarta, Rabu (22/2).

Sudibyo menjelaskan, pihak BKKBN hingga saat ini masih terus melakukan koordinasi dengan kementerian pendidikan dan kebudayaan (kemendiknas) untuk mewujudkan hal tersebut.

"Masih terus kami koordinasikan. Kalaupun tidak masuk sebagai mata pelajaran tersendiri, kami harap kesehatan reproduksi remaja bisa terintegrasi ke dalam disiplin ilmu lainnya yang terkait," katanya.

Sudibyo menambahkan, pihaknya menilai perlu segera diimplementasilkannya kesehatan reproduksi remaja ke dalam kurikulum pendidikan nasional. Ini dilakukan agar seluruh remaja di Indonesia bisa mendapatkan pendidikan mengenai hal tersebut sejak dini.

"Minimnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi remaja bisa berpengaruh pada perilaku seks remaja pranikah," tambahnya.

Inilah yang menjadi salah satu penyebab munculnya banyak permasalahan remaja yang sangat kompleks dan mengkhawatirkan.

"Berbagai data menunjukkan, bahwa penerapan pemenuhan hak reproduksi bagi remaja belum sepenuhnya mereka dapatkan antara lain dalam hal pemberian informasi," katanya.

Hal itu, tambah Sudibyo dapat dilihat dari masih rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi yaitu tentang masa subur dan lain sebagainya.

Penulis: Antara/Ririn Indriani
BERITA TERKAIT
KOMENTAR
Kirim Komentar
Nama:
E-mail:
Kode sekuriti: