Bos Garmin: Kesadaran Berolahraga Meningkat, Smartwatch Naik Daun

Bos Garmin: Kesadaran Berolahraga Meningkat, Smartwatch Naik Daun
Jam tangan sport Garmin Fenix 5 dirilis di Jakarta, 4 April 2017. ( Foto: Istimewa )
Farouk Arnaz / HA Rabu, 5 April 2017 | 05:47 WIB

Jakarta — Kesadaran penduduk negeri ini akan pentingnya hidup sehat dengan cara aktif berolahraga bisa disimak dari catatan Haryadi Permana (55).

Direktur Dunia Marine Internusa (DMI), yang merupakan penyalur Garmin di Indonesia, ini mengatakan jika selama tiga tahun belakangan angka penjualan Garmin yang ia gawangi terus melonjak.

”Untuk jam tangan Garmin sport hampir bisa dikatakan peningkatan penjualannya mencapai 200 persen sejak tiga tahun belakangan ini. Tentu ini adalah pertanda positif jika rakyat kita semakin ingin bugar dan sehat meski ini bukan indikator satu-satunya,” kata Haryadi saat ditemui di sela-sela peluncuran Garmin Fenix 5 di Jakarta Selasa (4/4).

Meskipun tidak menyebutkan detail angka penjualannya, namun lelaki yang masih bugar dan telah menyelesaikan enam lomba marathon utama dunia atau World Marathon Major ini mengatakan jika gaya hidup sehat itu juga bisa dilihat dari banyaknya event dan peserta dalam lomba lari, sepeda, atau bahkan triathlon (renang, sepeda, dan lari) yang digelar di seluruh Indonesia.

”Hampir tiada bulan tanpa event acara sport bahkan tiap minggu ada saja yang bikin event. Ini semua indikator yang melegakan buat kita semua karena jika penduduk kita sehat maka bangsa kita akan kuat dan produktif untuk terus membangun,” sambungnya.

Untuk mengimbangi warga Indonesia yang telah terinfeksi dengan “virus” aktif berolahraga itulah Garmin yang merupakan perusahaan raksasa dunia terus berinovasi. Termasuk meluncurkan Fenix 5 yang saat ini adalah kasta tertinggi jam multisport milik Garmin di Indonesia.

Hadir dalam acara launching itu antara lain Managing Director Garmin South Asia /India Region Engelhard Sundoro, Regional Product Manager South Asia Ivan Lai, Presiden dan Founder Triathlon Buddies Chaidir Akbar, dan atlet Sea Games Triathlon asal Indonesia Jauhari Johar.

Berbeda dengan produk pendahulunya, Fenix 5 ini hadir dengan tiga tipe. Yakni Fenix 5S dengan ukuran 42 mm, Fenix 5 dengan ukuran 47 mm, dan Fenix 5X dengan ukuran 51 mm--yang bisa dipilih sesuai besar kecilnya pergelangan tangan.

Ketiga jam tangan tersebut juga dilengkapi berbagai fitur seperti pengukur denyut jantung (heart rate) dan GPS, serta GLONASS.

Beda dengan Garmin terdahulu, pengukur denyut jantung itu kini tak terpisah dan harus dipasang di dada namun Fenix 5 ini sudah dilengkapi dengan teknologi Garmin Elevate yang mengukur denyut jantung dari pergelangan tangan.

Hal menarik lainnya adalah soal daya tahan baterainya yang lebih panjang.

”Fenix 5 ini masa aktif baterainya mencapai dua minggu dalam mode smartwacth, hingga 21 jam dalam mode GPS, dan hingga 44 jam dalam mode Ultratrac. Kami sadar pentingnya daya tahan baterai karena saat ini lari dan juga bersepeda tambah jauh jaraknya dan tambah lama waktunya,” imbuh Sundoro.

Khusus untuk Fenix 5X sudah diisi dengan peta topografi, peta bersepeda, dan lebih dari 40.000 lapangan golf di dunia. Pendek kata jika jam ini sudah melingkar terpasang di pergelangan tangan maka tidak ada lagi istilah tersesat tak tahu ada di mana.

Jam canggih yang juga lebih modis sekaligus tangguh, sehingga bisa dipakai di berbagai acara hingga ke kantor, juga bisa diganti dengan tali jam (strap) dari silikon berwarni-warni yang tentu lebih awet. Selama ini strap itu terbuat dari karet sehingga dalam jangka waktu tertentu mudah getas.

Jangan juga dikira jam ini hanya melulu menampilkan data-data tentang aktivitas olagraga yang kita lakukan. Tapi jam ini juga bisa dipasangkan (pairing) dengan smarthpone melalui bluetooth sehingga berbagai notifikasi bisa kita ketahui seperti panggilan masuk, SMS, pengingat waktu sholat, hingga tranportasi online kendati kita sedang berolahraga.

Jauhari dan Akbar pun mengakui jam Garmin membantunya saat berlatih dan beraktivitas karena jam yang tahan hingga kedalaman 100 meter ini bisa menampilkan berbagai data seputar latihan yang dilakukan mulai dari jarak, waktu tempuh, kecepatan, hingga ketinggian—baik untuk lari, bersepeda, dan berenang.

Ketiga jam tangan Garmin seri 5 yang dibuat dari stainless steel dengan model bulat itu dijual dengan harga beragam antara Rp 9,89 juta untuk tipe Fenix 5S (edisi non safir) hingga yang termahal Fenix 5X dijual dengan harga Rp 11,99 juta .



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE