Taku Ozawa, Direktur PT Fast Retailing Indonesia, Yudi Andhika, pembuat karakter Yellow Dino, dan Michiaki Tanaka, Regional Manager UNIQLO.

Uniqlo Gandeng UKM dan Seniman Bandung

Taku Ozawa, Direktur PT Fast Retailing Indonesia, Yudi Andhika, pembuat karakter Yellow Dino, dan Michiaki Tanaka, Regional Manager UNIQLO. (Suara Pembaruan/Dina Fitri Anisa)

Bandung - Merek pakaian global asal Jepang, Uniqlo, mengajak 14 Usaha Kecil Menengah (UKM) dan seorang seniman Bandung untuk berkolaborasi. Kerja sama tersebut, sebagai bagian dari pembukaan toko pertama Uniqlo di kota Kembang, Bandung, Jumat (19/5).

Bandung merupakan kota kedua yang dipilih merek pakaian global ini setelah Jakarta. Hal ini didasari oleh pemikiran bahwa Bandung merupakan kota dengan kearifan dan kreatifitas masyarakat yang sangat tinggi. Sehingga, kehadiran brand ini diharapkan bisa lebih memperkaya kebudayaan di Bandung.

"Kami ingin menggabungkan kekuatan inovasi dan pemikiran mendalam yang berakar dari kultur masyarakat Jepang dan kebersamaan warga Bandung, untuk masa depan yang semakin progresif. Bentuk kolaborasi kami dengan pengusaha atau komunitas lokal Bandung adalah dengan menghadirkan area dan display yang berada ditengah toko yang berukuran 2006 meter persegi" ujar Direktur PT Fast Retailing Indonesia, Taku Ozawa.

Para pengusaha lokal yang terpilih bisa memamerkan produk yang mereka jual. Tidak hanya UKM dibidang fesyen, tetapi juga ada beberapa tempat seni, hotel, cafe, toko mainan, sampai komunitas sepeda yang ikut berkolaborasi bersama. Kolaborasi kali ini bertajuk, Bandung Neighborhood.

Beberapa UKM yang diajak kolaborasi Bandung Neighborhood adalah, KAYNN, KAR Jawellery, Warunk Upnormal,180 Coffee & Music, Sejiwa Coffee, Mom’s Bakery, Kandura Studio, World’s End Gallery, Oliver’s Hostelery, Bikersystem, SYDWIC, serta ZeroToys dan 198x.

Pendapat pengusaha lokal pun sangat positif dengan adanya kolaborasi antara produk global dan lokal ini. Pasalnya, hadirnya brand berbasis global di kota Paris Van Java ini tidaklah mudah.

Pemilik KAYNN, Meyta Retnayu Lestari, mengatakan, kolaborasi ini adalah usaha yang tepat untuk lebih dekat dengan masyarakat Bandung.

"Di Bandung, banyak kompetitor brand selevel Uniqlo. Mengingat pula bahwa Bandung adalah kota produksi, tak jarang banyak yang berpikir produk masyarakatnya lebih kreatif, jadi lebih baik 'bikin' daripada 'beli'. Tetapi, kolaborasi ini dapat melengkapi kebutuhan masyarakat Bandung dengan menggabungkan antara produk lokal unggulan dan produk berbasis global,” ungkap Meyta.

Selain itu, Uniqlo juga memberikan kesempatan kepada salah satu seniman grafiti Bandung, yaitu Yudi Andhika untuk berkolaborasi bersama. Yudi pun mendesain sebuah gambar khusus untuk totebag limited edition yang akan dibagikan kepada konsumen yang berbelanja dengan minimal pembelanjaan Rp 500.000 pada saat pembukaan toko.

"Kolaborasi kali ini saya menggabungkan dua unsur budaya Jepang dan Bandung, dengan karakter Yellow Dino. Kemudian, diharapkan kolaborasi ini bisa membuka peluang-peluang baru bagi seniman, komunitas dan UKM lokal, agar lebih bisa dikenal lagi diluar Bandung," ungkap Yudi.

 



Suara Pembaruan

Dina Fitriani Anisa/FER

Suara Pembaruan