Ketua MPR RI, Taufik Kiemas.
Ketua MPR RI, Taufik Kiemas. (sumber: Antara/Yudhi Mahatma)
Di bawah kepemimpinan Taufiq Kiemas hanya ada satu fraksi di MPR.

Terlepas dari apapun persepsi masyarakat terhadap Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufiq Kiemas, namun di kalangan para politisi, dia mendapat tempat khusus yang sangat dihargai.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan di MPR, Ahmad Basarah, saat memberi sambutan dalam diskusi buku Empat Pilar untuk Satu Indonesia; Visi Kebangsaan Taufiq Kiemas, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (22/2).

Basarah menyatakan bagi mayoritas politisi, Taufiq, atau akrab disapa Pak TK, adalah sosok fenomenal yang berhasil membuat MPR bertahan sebagai lembaga yang berwibawa.

Padahal, kewenangan MPR sebagai lembaga negara tidak sekuat di masa lalu.

Bila di masa lalu MPR adalah lembaga tertinggi negara, di masa ini, kewenangan MPR diturunkan sehingga sederajat dengan lembaga lainnya seperti DPR dan Presiden.

"TK telah membuat marwah lembaga ini tetap sebagai lembaga tertinggi negara," kata Basarah.

Sementara kemampuan berorganisasi TK juga sangat luar biasa, kata Basarah, terbukti di lembaga MPR, nyaris tak ada sekat fraksi di antara seluruh politisi.

"Kami merasa hanya ada satu fraksi di sini. Selama ini kami ambil keputusan dengan musyawarah tanpa ada voting. Suasana kekeluargaan itu senantiasa hadir dalam rapat maupun diskusi di MPR," kata Basarah.

Hal senada diungkapkan oleh Wakil Ketua MPR, Meilani Leimena Suharli, yang menyatakan Taufiq mampu menjaga keharmonisasi dan demokrasi yang baik di MPR, tanpa konflik yang berarti.

"Pak Taufiq sangat berperan besar menjaga kewibawaan lembaga ini, sekaligus soliditas para anggotanya," tutur anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu.