Ulil Abshar Abdalla
Front Pembela Islam dan Jaringan Islam Liberal akhirnya bisa bersatu menyikapi situs yang menghina Islam.

Front pembela Islam (FPI) dan Jaringan Islam Liberal itu seperti minyak dan air. Di ranah online maupun offline keduanya tak pernah akur. Tak pernah jelas ujung pangkal pertikaian keduanya. Namun hiruk pikuk keduanya memenuhi jagat online.

Namun dalam menyikapi keberadaan situs http://indonesia.faithfreedom.org, yang menistakan Islam keduanya memiliki cara pandang yang sama. Munarman, juru bicara Front Pembela Islam menyebut situs tersebut adalah situs sampah. "Itu mah situs sampah. Isinya caci maki dan penghinaan 24 jam terhadap Islam," kata Munarman kepada Beritasatu.com, (26/6).

Sementara Ulil Abshar Abdalla, pendiri Jaringan Islam Liberal setali tiga uang dengan Munarman. "Itu situs sampah. Situs semacam ini di dunia banyak sekali. Dan memang secara sistematis merendahkan Islam," ujar Ulil yang dihubungi Beritasatu.com, (26/6).

Siapapun umat Islam yang membaca situs tersebut, kata Ulil, pasti marah dan naik pitam karena isinya menjelek-jelekkan Islam. "Situs ini memang dibuat untuk mencari-cari kesalahan Islam. Masalahnya data-data yang ditampilkan di situs ini adalah menggunakan sumber-sumber primer Islam jadi memberi kesan sumber yang benar dan meyakinkan. Padahal isinya semua dipelintir untuk menguatkan anti Islam," terang Ulil.

Situs semacam faithfreedom.org ini hanya makin meneguhkan polemik negatif antar umat beragama. "Ini semua hanya membuat debat kusir yang tak berujung. Polemik negatif ini tidak mendorong mutual understanding antar umat agama. Kalau hanya mencari-cari kesalahan agama lain itu mudah sekali dilakukan," ujar Ulil. Pembuat situs tersebut, ujar Ulil, tidak sadar kalau tidak ada orang yang pindah agama hanya karena polemik negatif ini.

Namun demikian, Ulil menggarisbawahi, hikmah dari keberadaan situs-situs yang menistakan agama adalah mengajarkan umat Islam sendiri tentang pentingnya memahami Islam secara benar. "Sikap umat Islam sebaiknya tidak perlu risau, tidak usah dilaporkan ke polisi atau diblok. Situs ini seharusnya mengajarkan kita untuk adu argumen," papar Ulil.

Penulis: