Teror di Solo

Jenazah Terduga Teroris Solo Anak Tiri Abu Omar

Ilustrasi Densus 88 (AFP)

Oleh: | Sabtu, 1 September 2012 | 00:38 WIB
Dikenali sebagai Farhan, alumnus Ponpes Al-Mukmin Ngruki Sukoharjo yang dipimpin oleh Abu Bakar Ba'asyir.

Dua orang terduga teroris tertembak mati dalam operasi penangkapan yang digelar Densus  88/Antiteror Mabes Polri di  Desa Tipes, Kecamatan Serengan, Solo atau  tepatnya di Jalan Veteran, di sebelah Hipermarket Lotte Mart pada Jumat (31/8).

Salah satunya dikenali sebagai Farhan yang diyakini polisi sebagai anak tiri Abu Omar. Siapa Farhan dan siapa Abu Omar?

Penyidik Densus 88/Mabes Polri yang mengikuti operasi ini menceritakan jika Farhan merupakan alumnus Ponpes Al-Mukmin Ngruki Sukoharjo yang dipimpin oleh Abu Bakar Ba'asyir.

"Farhan lama di Filipina Selatan dan baru kembali ke Indonesia sekitar 2010. Tapi apakah dia tergabung dalam Jemaah Anshoru Tauhid (JAT) atau tidak, kita belum tahu," imbuh sumber yang tak mau disebutkan namanya itu.

Sementara Abu Omar alias Abu Umar alias Muhammad Ichwan, 41, adalah teroris "gaek" yang baru saja divonis 10 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Abu Omar bersama Priyatmo alias Mamo dan Taufik Hidayat aliat Abu Wildan terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan pemufakatan jahat dengan memiliki senjata api ilegal untuk melakukan tindakan terorisme.

Abu Omar yang juga dikenali sebagai Indra Kusuma alias Andi Yunus alias Nico Salman  ditangkap Juli 2011 di Jakarta. Sejak itu Densus aktif menghabisi jaringannya karena potensinya yang membahayakan.

Abu Omar ditangkap saat hendak menyelundupkan senjata ke Indonesia dari  Filipina Selatan via Tawau, Malaysia. Dia juga dituduh merencanakan  penyerangan di Kedutaan Singapura, Jakarta.

Sebelumnya, pihak Polri menyatakan, dana operasional aktivitas kelompok  Abu Omar -- dalam upayanya untuk melancarkan aksi teror -- dihasilkan dari jual beli senjata api dan dana pribadi.

Mereka juga menyiapkan rencana menculik dan membunuh kelompok Syiah dengan sebutan operasi Ightilat. Namun operasi ini belum terencana karena terburu terbongkar oleh polisi.

Abu Omar sudah dicari polisi sejak tahun 1999 karena terlibat percobaan  pembunuhan terhadap mantan Menteri Pertahanan Matori Abdul Jalil.

Dia juga terlibat dalam penyediaan senjata api yang digunakan menyerang anggota Brimob di Loki, Ambon pada 2005 yang menewaskan lima  orang anggota Brimob.

Penyerangan ini dimotori oleh Djaja alias Asep Dahlan yang kini mendekam  di Lapas Porong, Jawa Timur. Asep dikenal sebagai anggota Mujahidin Ambon yang berafiliasi dengan Jamaah Islamiyah.

Anak buah Abu Omar yang masih dicari adalah  Sabar alias Bacho alias Ridho. Dia adalah pelatih di dalam kamp para militer yang dibuat di Sulawesi Tenggara bersama dengan Santoso yang juga buron.

Santoso disebut polisi sebagai anggota JAT namun dibantah oleh pengurus JAT.


Sumber:
ARTIKEL TERKAIT