Ilustrasi penculikan.
Korban diperintahkan naik ke mobil dan dikatakan mau dibawa ke Markas Brimob Polda.

Petugas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (Polda Sulselbar) hingga hari ini masih berusaha menangkap pelaku penculikan siswa  polisi dan perampasan senjatanya yang terjadi di Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua, Makassar.  

Sekolah  polisi yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, itu jadi  sasaran teror. Seorang siswa, Priyadi Akbar (21), diculik saat sedang  berjaga di pos dan senjata ditangannya dirampas. Korban kemudian ditemukan tak sadarkan diri ditepi jalan, di poros jalan tak jauh dari lokasi kejadian.  

Kepala Bagian Humas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, AKBP Endi Sutendi, mengatakan aksi yang terjadi pada Sabtu (8/12) malam tersebut belum dapat dipastikan apakah termasuk aksi teroris atau kriminal biasa. Kepolisian masih menyelidiki  kasus ini.

Korban yang merupakan siswa SPN angkatan 2012-2013 itu ditemukan di depan Arhanud, Jl Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea, sekitar pukul 20.00-21.00 Wita, dengan kondisi lunglai.

Sebelum penculikan, korban sedang berjaga di pos tak jauh dari lapangan tembak. Malam kejadian itu korban kedatangan tamu, jumlah mereka diperkirakan tiga orang dan  mengendarai mobil Avanza. Seorang diantaranya berbadan tegap, berkulit  putih, berambut cepak, tinggi diperkirakan sekitar 165 centimeter turun dari mobil dan mendatangani korban, berlagak  seperti perwira dengan logat Jawa menanyakan jumlah siswa dan keaadaan SPN.   

Korban diperintahkan naik ke mobil dan dikatakan mau dibawa ke Markas Brimob Polda. Namun, saat di mobil, tangannya diikat,  mata dan mulut siswa itu ditutup memakai plester lakban, senjata laras  penjang jenis V2 yang digunakan berjaga lebih dulu dirampas. Korban tidak melakukan perlawanan, namun sempat mengenali ciri-ciri pelaku, nomor kendaraan yang digunakan juga diketahui, namun masih samar.

Peristiwa di SPN Batua ini membuat polisi meningkatkan  kewaspadaan, sebab ada kemungkinan teroris mengalihkan sasaran pada  kantor-kantor milik polisi untuk merampas senjata dan amunisi. Penjagaan  di wilayah Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar pun makin ditingkatkan, terutama menjelang Hari Natal dan Tahun Baru.

Penulis: