Grup band Kla Project yang beken di era 1990-an membuka Konser Cinta Musik Indonesia yang digelar di Tenis Indoor Senayan, Jakarta

Bertahan dan terus menebarkan aura inovasi selama 25 tahun berkarya. Itulah yang sejak tahun 1998 hingga sekarang terus dilakukan tiga pemuda dengan nama kelompok KLa Project. Katon, Lilo, dan Adi percaya, bahwa di tengah hiruk pikuk pendatang baru dan boyband serta girlband baru, KLa Project masih tetap memiliki tempat di hati pencinta musik pop progresif.

25 tahun bertahan di industri musik bukanlah hal yang mudah. Saking sulitnya mempertahankan kebersamaan dan kekompakan, Adi, Lilo, Katon pun tak percaya usia karier mereka bisa menyentuh angka perak. Dulu, ketika awal-awal masuk ke dunia musik mereka tidak pernah membayangkan bisa bertahan sejauh ini.

"Aku pribadi kaget waktu menyadari usia KLa Project sudah 25 tahun. Wow, rasanya tidak percaya bahwa kami bertiga bisa merayakan ulang tahun ke-25 bersama-sama. Karena itu, aku bersyukur karena KLa Project masih tetap dengan formasi awal, meskipun di pertengahan perjuangan kami Lilo sempat menjadi anak yang hilang. Tetapi kini, kami semakin erat dan mencoba untuk saling mendukung satu sama lain," kata Adi saat ditemui usai jumpa pers perayaan ulang tahun KLa Project di Planet Hollywood, belum lama ini.

Eksistensi KLa Project hingga puluhan tahun ini juga diikuti dengan prinsip pijakan kualitas dan komersial. Dua prinsip itu diakui sangat berat dijalani secara bersamaan. KLa yang selama ini dikenal dengan lagu-lagu pop slow berlirik puitis penuh makna, terkadang menemui kesulitan ketika mencoba menyajikan lagu dengan warna kekinian. Bila salah melangkah sedikit saja, KLa pun langsung diprotes dan dicap sebagai kelompok musik yang ingin ikut-ikutan tren.

Sempat pada tahun 1998, KLa mencoba membuat gebrakan dengan meluncurkan album bertajuk Sintesa. Album yang menjadi "pemberontakan" kemapanan KLa ini menampilkan warna techno dengan jiwa rock yang lantang. Jujur saja, album ini sempat mengagetkan para pencinta KLa. Rasanya di album ini bukan seperti KLa Project. Karena itu Album Sintesa mendapat kritikan keras, dan hasilnya hanya ada dua hits yang laku di pasaran yakni Sudi Turun Ke Bumi dan Saujana.

Untung saja, KLa segera menyadari bahwa mereka bukanlah musisi yang butuh eksperimen besar-besaran. Sebab, dari segi warna dan ciri khas KLa sudah memiliki tempat di hati setiap penggemar mereka. Jadi, lebih baik KLa konsisten di jalur pop slow progresif dengan lirik puitis penuh makna.

Bukan hanya kesulitan dalam hal album, KLa pada tahun 2001 juga sempat mendapat goncangan dengan keluarnya Lilo untuk bersolo karier. Alasan tidak sepaham di antara para personel diangkat-diangkat sebagai penyebab utama Lilo keluar. Sejak Lilo keluar, KLa stop berkarya. Meski pada akhirnya Katon dan Adi berganti nama menjadi NuKLa, sebuah album baru enggan tercipta.

"Masa-masa sulit itu masih tetap lekat dalam ingatan. Kami menjadikan kepergian Lilo dulu sebagai pelajaran berharga. Sebagai rekan sekerja dan teman, kami pun berharap Lilo kembali. Dan, Tuhan pun mendengar, akhirnya pada tahun 2008 Lilo kembali. Bergabungnya Lilo menjadi sebuah semangat baru untuk KLa berkarya dan menggali kreativitas," ungkap Adi dan Katon.

Berkaca dari masa-masa sulit yang pernah dilalui, sekarang KLa ibarat seorang dewasa yang memiliki visi dan misi untuk masa depan. Sebab bukan tak mungkin, usia KLa bisa mencapai angka emas. Namun untuk bisa mencapai angka itu, Adi dan Lilo mengatakan KLa harus bekerja keras dalam menciptakan karya-karya yang tak lekang oleh waktu. Karya yang selalu lekat di hati pendengar musik. Karya yang sampai kapanpun akan selalu indah, meski sudah berulang kali di daur ulang.

"Senjata KLa adalah lagu-lagu dengan warna asli, yakni notasi indah dan aransemen yang dipikirkan. Selain itu, kami bertiga juga berusaha untuk selalu memberi ruang untuk masing-masing orang. Kami mencoba memberi penghargaan agar ke depannya kekompakan dan kebersamaan tetap terjalin," ungkap Lilo selaku gitaris, komposer, dan backing vokal.

Konser
Selain merayakan ucapan syukur bersama dengan awak media, KLa pun berencana menggelar konser akbar di bulan November 2013. Sebuah konser megah untuk merayakan hari jadi emas mereka. Konser rencananya akan digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan. Konser tunggal dari KLa untuk penggemar ini diselenggrakan oleh KLa Corp.

Pada konser mendatang, KLa pun berharap tetap bisa memuaskan penggemar mereka yang notabene kini sudah menginjak usia matang. Bukan hanya penggemar usia matang, KLa juga ingin menyentuh hati anak-anak muda dengan lagu-lagu hits mereka. Paling tidak di usia 25 tahun berkarya, KLa bisa membuktikan bahwa mereka adalah kelompok musik yang dinamis.

"Kami masih memikirkan sebuah cara untuk memikat hati generasi muda dengan lagu-lagu andalan KLa. Dulu sempat tercipta album Tribute to KLa Project yang dikonsep daur ulang dengan penyanyi-penyanyi papan atas lain. Nah, sekarang kami sedang menggodok cara lain untuk membuat gebrakan baru di industri musik. Kami yakin gebrakan baru nanti bisa menjadi bukti eksistensi KLa yang akan selalu dikenang," urai ketiga personel KLa Project.

Suara Pembaruan

Penulis: A-23/FER

Sumber:Suara Pembaruan