Ebiet G Ade Raih Penghargaan Achmad Bakrie

Konferensi pers pemberian Penghargaan Achmad Bakrie. (ID/Indah Handayani)

Oleh: Indah Handayani / AB | Selasa, 22 Agustus 2017 | 21:30 WIB

Jakarta - Musisi legendaris Indonesia Ebiet G Ade meraih Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) XV 2017 untuk kategori kebudayaan populer alternatif.

Ketua Panitia PAB XV, Rizal Malarangeng mengatakan Ebiet G Ade terpilih mendapatkan penghargaan itu karena karya-karyanya hadir pada saat ranah musik pop Indonesia tengah dilanda arus mediokritas dan bahasa seragam. Keberaniannya membaur harmonisasi lirik dan nada, tidak canggung memilih diksi khas saat berekspresi, pemakaian gaya tutur yang tidak lazim sangatlah inspiratif. Bahkan, kalimat yang ditulisnya puluhan tahun silam, yaitu "Coba kita tanyakan pada rumput yang bergoyang" selalu terngiang hingga saat ini, sekaligus melahirkan makna baru.

Hal itu, lanjut Rizal, menunjukkan sosok yang kerap menegaskan dirinya sebagai penyair ketimbang penyanyi ini telah berkontribusi ide bahasa atau ungkapan baru bagi khalayak negeri ini. Syairnya dinikmati kaum terpelajar maupun rakyat biasa. Ia telah menginisiasi suatu budaya populer alternatif. Kategori tersebut baru hadir pada tahun ini.

"Di dunia, Bob Dylan mendapatkan Nobel. Sedangkan Ebiet G Ade adalah Bob Dylan-nya Indonesia," kata Rizal di sela-sela konferensi pers di Jakarta, Selasa (22/8).

Pada kesempatan yang sama, Ebiet G Ade mengaku penghargaan yang diperoleh di luar dugaanya. Ia berharap karyanya bisa menginspirasi generasi muda dalam melakukan terobosan, terutama di bidang kesenian. "Semoga saja penghargaan ini tidak membuat saya besar kepala atau tersungkur congkak," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Direktur PT Visi Media Asia Tbk, Anindra Ardiansyah Bakrie mengatakan PAB merupakan tradisi penganugerahan sebagai wujud apresiasi kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa dalam kehidupan intelektual bagi bangsa Indonesia. Beberapa tokoh yang dipilih untuk menerima penghargaan ini ialah insan-insan terbaik dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan, serta mereka yang telah membaktikan hidupnya di bidang kemanusiaan.

PAB juga merupakan penghargaan kepada anak bangsa yang telah menuangkan pikirannya dalam menghasilkan sebuah karya inspiratif yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Selain Ebiet G Ade, terdapat tiga nama lain yang juga meraih penghargaan PAB. Mereka adalah Saiful Mujani untuk ketagori pemikiran sosial karena memperkenalkan metode empirik dalam tradisi ilmu politik Indonesia sejak 15 tajun lalu. Ada juga Terawan Agus Putranto untuk kategori kedokteran yang melakukan terobosan dengan tindakan intra-artenial herapin flushing dalam menangani penderita stroke, serta Nadiem Makarim dalam kategori teknologi dan kewirausahawan dengan Go-Jek-nya. (Iin)




Sumber: Investor Daily
ARTIKEL TERKAIT