Calon Gubernur Sumut dan calon Wakil Gubernur Sumut periode 2013-2018 Gatot Pujo Nugroho - Tengku Erry Nuraidi (Ganteng) menyapa warga di Sekretariat Tim Kampanye Ganteng Medan, Sumut.

Medan - Kemenangan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung Gatot Pujo Nugroho - Tengku Erry Nuradi (Ganteng) pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Sumatera Utara (Sumut), membuktikan soliditas partai mereka.

Kemenangan tersebut membuktikan bahwa PKS sudah berhasil keluar dari prahara yang menimpa akhir-akhir ini.

"Ini berbeda dengan Partai Demokrat, Anis Matta sebagai Presiden PKS yang ditunjuk menjabat, langsung cepat mengatasi parahara dengan turun ke seluruh daerah, menyatukan visi dan misi dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat," papar Subhilhar pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), di Medan, Kamis (7/3).

Lebih lanjut Subhilhar mengatakan, PKS mempunyai kesolidan dari tingkat atas sampai ke level paling bawah.

Mereka yang ikut dalam tim pemenangan ini lebih dominan dari kalangan muda. Partai ini semakin menguat ketika calon yang diusung merupakan incumbent, dan sudah dikenal oleh masyarakat luas.

Gatot merupakan pelaksana tugas gubernur, dan Tengku Erry Nuradi menjabat Bupati Serdang Bedagai.

"Sumut merupakan daerah yang heterogen, meski berbeda suku maupun agama, namun ketika melihat sosok pemimpin yang mempunyai program jelas, apalagi mampu menyentuh masyarakat, tentunya lebih dipilih. Kesukuan bukan menjadi faktor yang harus dipilih masyarakat. Pemimpin yang kuat jika diterima kehadirannya oleh masyarakat," sebutnya.

Begitu juga sebaliknya, kekalahan pasangan Amri Tambunan - RE Nainggolan, merupakan bukti bahwa prahara yang menerpa Partai Demorat, membawa pengaruh besar dalam pilkada di berbagai daerah.

Padahal, saat pemilihan umum (Pemilu) dan pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2009, Demokrat menguasai kemenangan di berbagai daerah.

"Demokrat kalah karena belum dapat keluar dari prahara yang sedang menerpa partai tersebut. Soalnya, sampai saat ini belum ada ditunjuk sebagai pemimpin di partai itu. Demokrat pun belum nenentukan sikap, apakah melakukan penunjukkan atau kongres luar biasa (KLB). Jika partai ini cepat mengambil sikap, maka peluangnya besar saat pilkada," terang Subhilhar.

Suara Pembaruan

Penulis: 155/YUD

Sumber:Suara Pembaruan