Prajurit Korps Marinir TNI AL.

Jakarta - Mantan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) Letjen (Purn) Cornel Simbolon mengatakan dalam undang-undang (UU) tentang Polri, tugas dan wewenang kepolisian harus diterjemahkan dengan benar.

Begitu pula UU No 34 tentang TNI, wewenang dan tugas mereka harus diterjemahkan dengan benar.

"Kalau implementasi keduanya bagus tidak akan ada masalah tentang keduanya. Jadi kalaupun ada kejadian yang terjadi di bawah mungkin saja ada emosi yang tak terkendali. Tapi lihatlah pada fungsi-fungsi yang harus dilakukan supaya tidak terjadi lagi. Tentu ada teknis-teknis lain yang perlu ditangani," kata di Jakarta, Sabtu (9/3).

Cornel mengatakan, secara nyata di lapangan, keduanya belum membina dan saling mendukung. Yang terjadi sekarang sebatas di tingkat pimpinan. "Tapi akar masalahnya ada di UU nya. Mereka sudah menjalankan tupoksinya dengan benar tetapi pembagiannya seperti apa pengertiannya masih perlu diperbaiki," kata dia.

Lebih lanjut menurut Cornel, Presiden tidak perlu turun tangan menangani masalah TNI-Polri karena apa yang disebut pendelegasian wewenang sudah didelegasikan ke tingkat bawah, dan fungsi-fungsi tersebut semuanya akan berjalan jika pendelegasian berjalan dengan baik.

"Kalau bisa dipermudah kenapa harus dipersulit. Kalau bisa disederhanakan, sederhanakan persoalan. Kita tidak perlu repot berpikir, hal yang sederhana serahkan kepada yang memiliki kewenangan," ucapnya.

Cornel meyakini, memang pemahaman diantara dua lembaga tersebut masih dalam proses, proses ini harus dikendalikan dengan bagus dan hal itu, memerlukan waktu karena ada hambatan-hambatan dan rintangan-rintangan masih ada yang belum diatasi.

"Banyak anggaran yang dibatasi, anggarannya kecil. Contoh saja polisi harus melaksanakan patroli terus menerus menjaga ketertiban. Dari mana dia ada biaya dari menghidupkan mobilnya sampai pulang ke rumah. Apalagi penjaga lalu lintas yang di jalanan. Itu melelahkan tapi kita selalu melihat dari posisi yang tidak benar. Semua butuh waktu, bahkan 10 tahun pun bukan waktu yang cukup lama," pungkasnya.

Suara Pembaruan

Penulis: WIN/WBP

Sumber:Suara Pembaruan