Ketua umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum (tengah) tiba di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu (23/2). Dalam konferensi persnya, Anas Urbaningrum menyatakan mundur dari jabatan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek Hambalang oleh KPK.

Jakarta - Ketua Departemen Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) DPP Partai Demokrat, Letjen (Purn) Cornel Simbolon, menilai Anas Urbaningrum harus fokus menghadapi proses hukum yang dihadapinya.

Cornel meminta mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu tidak berkelit dan tidak berusaha menarik simpati terhadapnya.

"Saran saya untuk Pak Anas, minta maaflah kepada SBY bahwa dalam kepemimpinannya selama ini kurang berhasil. Setiap kali dia menyampaikan hubungan mereka sebagai hubungan bapak dan anak. Boleh dong anak sampaikan permintaan maaf kepada bapak," ujarnya di Jakarta, Sabtu (9/3).

Selain meminta maaf kepada SBY, kata dia, Anas juga harus minta maaf kepada kader mengingat selama kememimpinannya, elektabiltas Partai Demokrat menurun. "Ketiga, sering kita mendengar, Pak Anas bilang bahwa cinta pertamanya ada di Partai Demokrat, jadi sebaiknya Anas mencintai Partai Demokrat karena Anas besar juga namanya atas nama Partai Demokrat,"

Menurutnya, selama masa kepemimpinan Anas, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono terpaksa turun tangan untuk membereskan kekisruhan yang melanda partai.

Ditengah geliat politik yang menimpa Demokrat, dia berharap, Demokrat tetap menjadi partai yang dipercaya rakyat. "Tujuan partai pada dasarnya ingin agar semua berjalan menjadi kondusif," kata dia.

Suara Pembaruan

Penulis: WIN/WBP

Sumber:Suara Pembaruan