KPK Kembali Cecar Menteri Pertanian Soal Pertemuan Medan

KPK Kembali Cecar Menteri Pertanian Soal Pertemuan Medan
Menteri Pertanian, Suswono memberi keterangan usai pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, di Jakarta. ( Foto: ANTARA FOTO )
Rizky Amelia Kamis, 14 Maret 2013 | 20:33 WIB

Jakarta - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi kembali mencecar Menteri Pertanian, Suswono, soal pertemuan antara dirinya dengan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman, dan Mantan Ketua Asosiasi Perbenihan Indonesia, Elda Devianne Adiningrat di Medan.

Hal itu diakui Suswono usai menjalani pemeriksaan selama sembilan jam di kantor KPK, di Jakarta Kamis (14/3).

"Memperjelas soal isi pertemuan Medan," kata Suswono.

Suswono kembali menekankan tidak bahwa dalam pertemuan itu, tidak ada pembahasan terkait penambahan kuota impor. Ia berdalih pertemuan tersebut hanya membicarakan soal perbedaan data potensi sapi lokal.

"Jadi sama sekali tidak ada (pembahasan tambahan kuota). Saudara Elizabeth sampaikan data yang menyalahkan data yang dikeluarkan Kementan," tegas Suswono.

Ini adalah kali kedua Suswono menjalani pemeriksaan. Pada pemeriksaan pertama, 18 Februari lalu, Suswono mengakui dirinya ditanyai penyidik KPK soal pertemuan Medan. Hari ini KPK melakukan pemeriksaan terhadap Suswono terkait kasus dugaan suap pengurusan kuota impor sapi di Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2013.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengatakan Suswono diperiksa untuk tersangka Luthfi Hasan Ishaaq.

"Saksi untuk tersangka LHI," kata Johan melalui pesan singkat.

Suswono diduga memiliki keterlibatan dalam suap impor sapi yang dilakukan oleh PT Indoguna Utama.

Berdasarkan hasil sadap KPK, sebelum terjadi operasi tangkap tangan, Suswono menghubungi Luthfi dan mengatakan akan adanya "titipan" untuk Luthfi.

Sebelumnya, pada Januari 2013, Luthfi dan Suswono juga pernah bertemu di Medan. Dalam pertemuan tersebut hadir pula Direktur Utama PT indoguna Utama, Elizabeth Liman, Mantan Ketua Asosiasi Benih Indonesia, Elda Deviane Adiningrat.

Dalam pertemuan itu diduga terjadi tukar menukar informasi dan data mengenai kuota daging sapi yang dimiliki oleh Kementerian Pertanian dengan Asosiasi Perdagingan.

Pada 29 Januari silam KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap dua direktur PT Indoguna, yaitu Juard Effendi dan Arya Arbi Effendi. Keduanya ditangkap di rumah Arya karena telah memberikan uang Rp 1 miliar kepada Ahmad Fathanah.

Ahmad juga ikut ditangkap KPK di Hotel Le Meridien. Ahmad ditangkap setelah menerima uang imbalan pengurusan kuota impor daging sapi di kantor PT Indoguna pada siang hari.

Sehari setelah penangkapan Juard, Arya dan Ahmad, KPK juga menangkap Mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq. Lutfhi diduga ikut terlibat dalam suap ini. Uang Rp1 miliar yang diberikan kepada Ahmad sesungguhnya ditujukan kepada Luthfi.

CLOSE