Albertina Ho

Hakim tersebut, kata Aboebakar, terkesan tidak bisa didikte dan karenanya dipindahkan ke Babel.

Anggota Komisi III, Aboebakar Al Habsyi, menyayangkan keputusan mahkamah agung [MA] memindahkan hakim Albertina Ho.

Abertina adalah hakim yang menangani pengadilan Gayus Tambunan, dan kini sedang menangani kasus yang melibatkan terdakwa Anand Khrisna dan Cirus Sinaga.

"Saya kaget mendengar Hakim Albertina Ho dipindah ke PN Tanah Liat, Bangka Belitung. Bila ini dianggap promosi, publik akan sulit menerima," kata Aboebakar, hari ini, di gedung DPR, Senayan.

Menurut politisi dari Partai Keadilan Sejahtera [PKS] tersebut, pemindahan tersebut cenderung sebagai demosi, bukan promosi.

Apalagi bila dibandingkan dengan para hakim yang mengadili antasari, ketika mereka di rekom mendapat sanksi oleh KY, MA malah memberikan promosi. Padahal menurut dia, hakim Albertina selama ini dinilai tegas saat memimpin pengadilan Gayus Tambunan, Cirus Tambunan maupun Anand Khrisna. Albertina sebelumnya merupakan hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan juga diperbantukan di pengadilan Tipikor.

"Semua mengapresiasi bagaimana Albertina Ho memimpin sidang. Tidak hanya saksi yang dibuat grogi, jaksapun kerap mati gaya dengan ketegasan hakim ini," kata Aboebakar.

"Banyak pihak yang memuji kemampuannya memimpin jalannya pembuktian perkara pada persidangan," kata Aboebakar.

Hakim tersebut, kata Aboebakar, terkesan tidak bisa didikte dan karenanya dipindahkan ke Babel.

"Publik akhirnya menduga-duga apakah yang membikin Hakim Albertina dibuang keluar Jawa," kata Aboebakar.

Aboebakar juga meminta MA bisa menjelaskan ke publik mutasi terhadap hakim tersebut.

Dalam kesempatan berbeda, anggota Komisi III, Eva Kusuma Sundari menilai belum ada kejelasan tentang reward and punishment bagi pekerjaan hakim.

"Khusus hakim Albertina Ho, saya merasa prihatin bahwa dedikasi, kecerdasan dan integritas yang ditunjukkan belum mendapat apresiasi dari pimpinan MA," kata Eva.

Seharusnya rotasi hakim tersebut, kata Eva, dilakukan atas prestasi.

Eva menambahkan, masyarakat Bangka Belitung beruntung mendapatkan hakim seperti Albertina.

Penulis:

Sumber:-