"Frenly" atau pasangan Frans Lebu Raya-Beny A Litelnoni sebagai pemenang untuk perhitungan cepat di DPD PDIP Pilgub Nusa Tenggara Timur (NTT) Senin (18/3).

Kupang - Hasil perolehan suara Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (18/3) menunjukkan pasangan Frans Lebu Raya - Benediktus A Litelnoni atau paket Frenly terus memimpin dengan dengan jumlah 507,324 suara atau 31,64% sesuai data Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT pada pukul 21.00 Wita.

Sementara Ibrahim Agustinus Medah - Emanuel Melkiades Lakalena paket Tunas menggeser Esthon - Paul Talo ke urutan ketiga. Perolehan suara untuk paket Tunas mencapai 388.641 atau 24,24%, dan Esthon - Paul Talo 376.474 suara atau 23,48%.

Sedangkan untuk paket Cristal 174,796 atau 10,90%, menempati urutan ke empat dan BKH-Nope di posisi ke lima dengan jumlah suara sebanyak 156.220 atau 9.74% dengan Total suara yang masuk ke KPU NTT hingga malam ini sejumlah 1.603.455 atau 52.97% dengan total daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 3.027,283.

Perhitungan cepat di KPU itu sempat diklaim oleh dua tim pemenangan pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur, Esthon Foenay- Paul Tallo yang diusung Partai Gerindra dan PDS bersama pasangan Ibrahim Agustinus Medah- Emanuel Melkiades Laka Lena mengajukan protes ke KPU NTT terkait tabulasi data yang dikeluarkan KPU yang disiarkan ke publik yang mengganggu konsentrasi mereka.

Mereka memprotes hasil perhitungan suara yang dikeluarkan KPU NTT, karena sangat menganggu psikologis masyarakat, terutama para pendukung mereka ditingkat bawah, terutama hasil quick count yang dikeluarkan

"Hasil yang dirilis itu sangat berdampak pada psikologi masyarakat terutama para pendukung di tingkat bawah," kata anggota tim Tunas, Anwar Pua Geno saat bertemu Ketua KPU NTT, Johanis Depa, Selasa, (19/3).

Anwar mengaku percaya dengan kinerja KPU NTT yang profesional. Namun, dikuatirkan, teknik pengelolaan informasi teknologi yang keliru. "Jika dikelola secara profesional, pasti menghasilkan hasil yang baik," kata Anwar.

Sementara itu, Tony Bengu dari paket Esthon - Paul menyampaikan center Esthon - Paul juga melakukan perhitungan riil atas data yang disampaikan tim dan saksi di tingkat bawah. Walau demikian, paket ini percaya pada hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU sebagai penyelenggara pemilu gubernur 2013. "Kami percaya KPU melakukan tugas dan fungsinya secara benar dalam melakukan rekapitulasi perhitungan suara," kata Tony.

Juru Bicara KPU, Djidon de Haan, mengatakan data yang diumumkan KPU merupakan data sementara yang dihimpun dari formulir C-1 KWK kabupaten dan kota se- NTT. Data yang disampaikan itu belum menghimpun semua tempat pemungutan suara (TPS).

"Tidak ada yang bermain dengan perhitungan sementara yang diumumkan itu. KPU tidak melakukan perhitungan cepat, hanya melakukan rekapitulasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Djidon de Haan.

Suara Pembaruan

Penulis: YOS

Sumber:Suara Pembaruan