Prajurit wanita TNI dari tiga angakatan, AD, AL, dan AU, berbaris saat defile pasukan pada peringatan HUT ke-65.

Jakarta - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Mabes TNI AD membuka pendaftaran calon perwira perempuan yang akan dididik di Akademi Militer (Akmil) TNI AD.

"Tahun ini, untuk Taruna Akmil kami terima 192 peserta. Dari pria kami buka 176 orang, sementara Taruni, untuk pertama kali, 16 orang," kata Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Pramono Edhie Wibowo, di Mabes TNI AD, Jakarta, Kamis (21/3).

Untuk penerimaan Taruni, sebutan calon perwira TNI AD perempuan, Pramono menjelaskan, hal itu merupakan jawaban lembaga itu atas perspektif kesetaraan gender.

Para taruni akan dididik bersama dengan para taruna pria, di tempat dan dengan mata pelajaran yang sama.

"Akan dididik di kampus sama namun di tempat tidur yang berbeda. Kegiatan sehari-harinya sama. Saya idamkan taruni lulus jadi fighter helikopter saya. Itu bisa dan boleh," jelas Pramono.

Penerimaan calon perwira perempuan berbarengan dengan calon tentara TNI AD dari jalur kesarjanaan sebanyak 66 kursi. Lowongan terdibuka bagi sarjana di berbagai bidang seperti kedokteran, insinyur, dan psikologi.

Untuk level bintara/tamtama, dibuka pendaftaran sekitar 10.000 lebih peserta. Mereka akan disiapkan mengisi posisi sekitar 10.000 prajurit TNI yang akan pensiun tahun depan.

"Sesuai berjalannya waktu, setiap tahun TNI AD mempensiunkan 10.000 orang. Maka pengisiannya pun sekitar 10.000. Kami wajib mempertahankan jumlah personil," kata Pramono.

"Kami memanggil dan mengharap para pemuda dan pemudi yang punya jiwa nasionalisme, ingin membantu negara ini, mari bergabung dengan TNI AD."

"Kita sedang modernisasi alutsista. Begitu modernisasi selesai, mereka yang akan memakainya," kata dia.

Penulis: Markus Junianto Sihaloho/WBP