Ilustrasi Narkoba

Jakarta - Implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2011 tentang pelaksanaan wajib lapor pecandu narkoba, membutuhkan tempat layanan atau lembaga rehabilitasi, baik yang dimiliki pemerintah maupun swasta. Langkah ini penting karena akan menjadi rujukan bagi klien wajib lapor.

Dalam rangka meningkatkan dan memperluas akses bagi pecandu narkoba, maka lembaga rehabilitasi yang ada di masyarakat perlu didukung dan dikuatkan agar mampu memberikan pelayanan kepada pecandu sesuai standar yang ditentukan.

Demikian disampaikan Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat Dr Budyo Prasetyo Sp RM, pada kegiatan Diseminasi Informasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Program Therapeutic Community (TC) Komponen Masyarakat yang berakhir Kamis (21/3), di Jakarta.

Acara yang juga didukung Badan Narkotika Nasional (BNN) ini berlangsung sejak 18 Maret lalu dan diikuti 32 orang yang berasal dari berbagai lembaga rehabilitasi TC.

Budyo mengatakan, dukungan penguatan yang diberikan kepada lembaga rehabilitasi tersebut ditentukan melalui beberapa kriteria. Pertama, dukungan diberikan kepada lembaga yang telah dan sedang menjalankan layanan terapi dan rehabilitasi, dan atau layanan penjangkauan dan pendampingan pecandu narkoba.

Kedua, lembaga yang memiliki legalitas/izin dari instansi berwenang untuk menyelenggarakan layanan terapi dan rehabilitasi penyalahguna narkoba. "Ketiga, metode terapi dan rehabilitasi yang diterapkan telah teruji berkualitas atau telah terbukti merupakan praktik terbaik," kata dia.

Salah satu program pemulihan pecandu narkoba yang telah teruji berkualitas digunakan beberapa lembaga rehabilitasi adalah program rehabilitasi TC. Program rehabilitasi TC menunjukkan keberhasilan dalam membantu pecandu menjalani proses pemulihan, terutama yang mengikuti program secara utuh.

Penyelenggaraan program TC secara swadaya oleh masyarakat merupakan suatu upaya yang patut memperoleh apresiasi mengingat penyelenggaraan program rehabilitasi inimemberikan kontribusi yang tidak sedikit.

"Banyak alumni TC yang saat ini menjadi penggiat aktif program pencegahan penyalahgunaan narkoba, terapi dan rehabilitasi, maupun terlibat dalam berbagai program pencegahan penularan HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya," kaat dia.

Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan petugas layanan terapi rehabilitasi pada lembaga rehabilitasi komponen masyarakat, agar dapat memberikan layanan sesuai standar, khususnya keterampilan petugas dalam membuat Standar Operasional Prosedur (SOP), dan menjalankan layanan yang sesuai SOP tersebut pada program rehabilitasi TC.

Suara Pembaruan

Penulis: PR/W-11/WBP

Sumber:Suara Pembaruan