Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (tengah) memberikan keterangan pers usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait impor daging sapi di gedung KPK, Jakarta, Kamis (31/1). Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq mundur dari jabatannya. Luthfi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga terlibat dalam kasus dugaan suap terkait impor daging sapi dan mulai ditahan rutan Guntur. FOTO: Joanito De Saojoao - SUARA PEMBARUAN

Jakarta - Penyidik Subdit Pencucian Uang Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri tengah mendalami kasus Carolina Gunadi, mantan istri Yudi Setiawan, yang telah dijadikan tersangka dan ditahan di Bareskrim Polri.

Polisi mencari tahu kemana saja dana haram hasil pembobolan Bank Jatim (BJT) dan Bank Jabar Banten (BJB) yang dilakukan Yudi bersama Carolina itu mengalir dan siapa saja pihak yang diduga ikut membantu aksi licik ini.

Penyidik tak membantah jika pasangan ini mempunyai kedekatan dengan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq yang kini ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan mendekam di Rutan Guntur terkait kasus kuota impor daging sapi.

”Pasangan ini memang dekat dengan Luthfi. Mereka kenal Lutfhi melalui Elda Devianne Adiningrat yang kini telah dicekal KPK terkait dugaan suap impor daging. Kami akan berkoordinasi dengan KPK soal ini,” kata Kanit Pencucian Uang Bareskrim Polri Kombes Agung Setya kepada Beritasatu.com Selasa (26/3).

Namun, buru-buru Agung menambahkan jika kedekatan ini bukan berarti telah dipastikan adanya unsur pidana baru yang akan menjerat Luthfi. ”Makanya, kami perlu berkoordinasi dengan KPK, apa yang belum mereka tangani dan bisa menjadi porsi kami untuk melakukan pendalaman,” imbuhnya.

Menurut sumber Beritasatu.com, Lutfi dan Elda bahkan datang ke acara ulang tahun Yudi pada 29 Juni 2012 yang digelar di Restoran Merah Delima yang terletak tak jauh dari Mabes Polri.

Selain Luthfi, penyidik Polri juga akan mendalami peran bupati Magelang dan Bupati Mojokerto yang dianggap tahu soal harta haram milik Yudi.

Yudi ditangkap tim gabungan Polda Kalsel dan Polda Metro Jaya di Jakarta pada Oktober 2012. Saat ini dia mendekam di Lapas di Banjarmasin. Dia terjerat kasus di Kabupaten Barito Kuala, Kalsel, untuk pengadaan barang dan jasa lelang buku 2011 yang diduga merugikan negara sebesar Rp 1,2 miliar.

Sebelumnya kuasa Hukum Yudi, Eben Eser Ginting di Cikini, Jakarta, Jumat (22/3) lalu mengatakan adanya aliran uang panas kepada beberapa petinggi PKS. “Selain mengajukan ke Bank Jatim, klien kami juga mengajukan kredit ke BJB senilai Rp 75 miliar,” jelas kuasa Hukum Yudi, Eben Eser Ginting di Cikini, Jakarta, Jumat (22/3).

Eben bahkan meminta KPK untuk mengambil alih kasus Yudi, yang juga Direktur PT Cipta Inti Permindo, dari Mabes Polri karena kasus kredit BJT dan BJB dinilai terkait erat dengan kasus impor daging sapi di Kementerian Pertanian.

Penulis: Farouk Arnaz/AB