Ilustrasi Mahasiswa IPDN

Jayapura - Sejak didirikan pada tahun 2011 lalu, Intitut Pemerintahan Dalam Negeri Papua akhirnya memiliki seorang Direktur yang juga Orang Asli Papua. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Diah Anggraini, SH, MM, Selasa (26/3) kemarin, melantik DR. Margaretha Rumbekwan, S.Sos, M.Si menjadi Direktur Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) Regional Papua.

Pelantikan Direktur IPDN Papua tersebut dilakukan bersamaan dengan pelantikan pejabat struktural eselon III dan IV baik Pusat maupun daerah, serta para direktur dan pejabat sruktural akadmik di lingkungan Institus Pemerintahan Dalam Negeri.

DR. Margaretha Rumbekwan, S.Sos, M.Si menjadi orang Papua pertama yang memimpin institut di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Doktor lulusan Universitas Padjajaran Bandung itu merupakan putri Papua yang lahir dan besar di kawasan Pegunungan Papua.

Saat dihubungi Selasa (26/3) sore, DR. Margaretha Rumbekwan, S.Sos mengaku senang dan bangga. Dirinya akan berusaha bekerja untuk memberikan yang terbaik dan ingin membuktikan, bahwa putri Papua juga bisa menjadi pemimpin.

"Saya akan bekerja keras untuk memajukan sumber daya manusia Papua bidang pemerintahan, sekaligus ingin membuktikan bahwa putri Papua juga punya kemampuan untuk memimpin," ujarnya.

Ia juga berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai Direktur IPDN Regional Papua.

"Ini adalah kesempatan bagi Orang Papua untuk membuktikan kapasitas dan kualitas kita, untuk itu, saya berharap dukungan dan doa semua pihak agar apa yang saya jalani dan lakukan nanti dapat berjalan dengan baik dan lancar, kecintaan saya untuk Papua akan menjadi dasar saya dalam menapaki pekerjaan ini," ujarnya.

Anggota DPD RI Papua Barat Sofia Maipauw mengaku senang dan bangga bahwa kalangan perempuan dapat memimpin IPDN.

"Hal ini merupakan kepercayaan dan bukti, bahwa perempuan mampu memimpin IPDN. Tentu dengan kemampuan dan kredibilitas yang dipunyai hingga dirinya dipercaya memimpin. Sebagai perempuan tentu saya bangga dan senang," tambahnya.

Suara Pembaruan

Penulis: 154/FER

Sumber:Suara Pembaruan