Ilustrasi pesan pendek atau SMS

Serang - Provinsi Banten mendapatkan alokasi anggaran ujian nasional (UN) 2013 senilai Rp12,5 miliar dari pemerintah pusat. Anggaran tersebut meningkat Rp2,5 miliar dari tahun sebelumnya.

“Anggaran ini dialokasikan untuk membiayai pelaksanaan UN mulai dari tingkat SD dan sederajat hingga SLTA dan sederajat," kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Banten, Hudaya Latuconsina, di Serang, Selasa (26/3).

Hudaya mengatakan untuk persiapan pelaksanaan UN, dari sisi teknis sudah dilaksanakan, seperti persiapan ruang ujian dan pengawas.

Menurutnya, penyelenggaraan UN tahun 2013 ini mengalami sejumlah perubahan, selain menambah variasi soal, untuk menghindari kecurangan atau kebocoran soal UN ini disiapkan 20 paket soal yang berbeda.

“Dalam satu ruang kelas UN yang berjumlah maksimum 20 siswa, setiap siswa soalnya berbeda-beda. Jadi masing-masing siswa dalam satu ruangan soalnya tidak sama, sehingga tidak bisa mencontek,” katanya.

Perubahan lainnya, lanjut Hudaya, jadwal UN sekolah formal dan ujian kesetaraan atau ujian paket akan dilakukan bersamaan. Namun, hanya waktunya yang dibedakan.

Sementara itu, panitia UN 2013 Dindik Provinsi Banten, Rudi Darmawan mengatakan, berdasarkan data yang masuk, peserta UN tingkat SLTA sederajat SMA/SMK/MA tahun 2013 ini mencapai 116.807 siswa.

Perinciannya, peserta SMA sebanyak 44.574 siswa dari 454 sekolah. Peserta UN SMK sebanyak 57.494 siswa dari 481 sekolah dan peserta UN MA sebanyak 14.739 siswa dari 326 sekolah di Banten.

“Untuk UN SMA ini akan menggunakan ruangan ujian sebanyak 2.558 ruang kelas. Untuk MA sebanyak 910 ruangan, dan SMK sebanyak 3.221 ruangan,” kata Rudi.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Serang menargetkan kelulusan 100 persen UN mendatang. Target tersebut dinilai realistis, mengingat tahun lalu tingkat kelulusan untuk SMA mencapai 99,2 persen, SMK 100 persen, dan SMP sekitar 90 persen.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Serang, Wasis Dewanto mengatakan, untuk mencapai target maksimal tersebut, Dindik Kota Serang terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya melakukan pendalaman mata pelajaran yang diujikan kepada para siswa.

“Kami melakukan pendalaman materi berupa bimbingan belajar dan try out. Kami juga sudah melakukan evaluasi hasil UN tahun lalu. Kami optimistis target kelulusan 100 persen akan tercapai,” ujar Wasis.

Suara Pembaruan 149

Suara Pembaruan

Penulis: 149/YUD

Sumber:Suara Pembaruan