Logo Danone Aqua.

Jakarta - Danone AQUA Group berhasil meraih juara I untuk kategori Pendidikan dan Layanan Air Bersih dan Sanitasi dalam kejuaraan Indonesia MDG Awards (IMA) 2012. Penganugerahan ini dilaksanakan di Tanjung Benoa, Bali, Selasa (26/3), dengan disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Soesilo Bambang Yudhoyono.

Troy Pantouw, Direktur Komunikasi Perusahaan Danone Aqua Grup, dalam siaran persnya, yang diterima di Jakarta, Rabu (27/3), mengatakan, selain itu Danone Aqua Grup juga juara II untuk kategori Layanan Air Bersih dan Sanitasi melalui program Water Access, Sanitation and Hygiene (WASH).

Troy Pantouw mengatakan, School Supporting Program secara khusus dikembangkan Danone AQUA dengan tujuan kelompok masyarakat yang tidak mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendidikan formal, termasuk karyawan perusahaan yang mengalami kondisi serupa. Dalam pelaksanannya Danone AQUA menjalin kerjasama dengan beberapa pihak untuk menjamin kualitas pelaksanaan pendidikan.

Mitra strategis program ini, kata dia, adalah Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan yang menujuk PKBM Budiluhur untuk memberikan pendidikan Paket B dan C serta pendidikan anak usia dini. Mitra lain adalah Yayasan Social Investment Indonesia yang bertugas mengembangan pendidikan keterampilan.

Setelah melalui empat tahun pelaksanaan program, indikator keberhasilan program dapat dilihat secara kuantitatif seperti keberhasilan dalam meningkatkan taraf pendidikan karyawan Danone AQUA yang belum menyelesaikan pendidikan SMA.

Di samping itu, program ini juga berhasil mencapai angka kesuksesan hingga 65% dalam memfasilitasi pendidikan anak usia dini melalui kelas formal, 98% warga mendapatkan pendidikan keterampilan khusus, serta meningkatkan jumlah petani setempat dalam mendapatkan pendidikan sekolah lapang menjadi 150%.

Secara praktik, tingginya kesadaran masyarakat akan pendidikan formal diwujudkan melalui semakin banyak masyarakat, baik pelajar, karyawan maupun individu lainnya, yang melakukan Kejar Paket C. Karyawan AQUA Danone, pada khususnya, diberikan kemudahan dalam memilih waktu pembelajaran di tengah kepadatan agenda kerja.

Keberhasilan School Supporting Program menyemai benih kepercayaan di kalangan publik yang membuahkan dukungan tiada henti. Bagi masyarakat Desa Keboncandi – salah satu area cakupan program, menyaksikan sebuah inspirasi nyata bahwa pendidikan memiliki peran sentral dalam peningkatan kualitas hidup, membantu mereka dalam memutuskan arah kehidupan yang lebih terjamin.

Jalinan kemitraan pun berkembang lebih besar tidak hanya sebatas pemain-pemain lama dalam program ini tetapi juga mitra baru.Pengelolaan School Supporting Program saat ini tengah dijalankan secara integratif oleh komite desa serta perwakilan kelompok masyarakat seperti Karang Taruna, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama serta tokoh masyarakat.

Melalui pertemuan rutin guna membahas perkembangan kemajuan desa baik dari sektor pendidikan khususnya maupun sektor lainnya, School Supporting Program memiliki ekspektasi lebih tinggi untuk memberikan dampak lebih besar terutama dalam pergeseran idealisme mengenai pendidikan.

Suara Pembaruan

Penulis: E-8/FER

Sumber:Suara Pembaruan