Anggota KPU NTT Sedang membacakan peraturan dan tata tertib Pleno Pilgub yang dilaksanakan 18 Maret 2013 lalu.

Kupang - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya menetapkan hasil pemilu kepala daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2013-2018 untuk melaju ke putaran kedua.

“KPU NTT mengambil hari terakhir pleno rekapitulasi perhitungan suara, karena belum semua kabupaten menyelesaikan pleno perhitungan di tingkat kabupaten,” kata Ketua KPU NTT, Johanes Depa kepada wartawan, Rabu, (27/3) malam.

Ketua KPU NTT melaksanakan pleno itu sesuai dengan jadwal yang ditetapkan sebelumnya, rekapitulasi dan pleno penetapan perolehan suara tingkat kabupaten dan kota dilaksanakan pada 23- 24 Maret 2013. Sedangkan tingkat provinsi dilaksanakan pada 25 - 27 Maret 2013.

Namun KPU NTT memilih hari terakhir yakni 27 Maret 2013 untuk melakukan pleno rekapitulasi perhitungan suara dan pleno penetapan pasangan Frans Lebu Raya – Benediktus A Litelnoni dan Esthon L Foenay – Paul Talo melaju untuk putaran kedua Pilgub NTT pada tanggal 15 Mei 2013 mendatang,” kata Johanes Depa

Ketua KPU NTT, Johanes Depa, mengatakan, secara resmi KPUD kabupaten/kota sebanyak 21 telah melaksanakan tugasnya dan hari ini kami melakukan pleno rekapitulasi ke KPU NTT. Selanjutnya, pada hari ini juga kami telah menetapkan dua pasangan Cagub dan cawagub untuk maju ke putaran kedua, karena semua pasangan tidak memperoleh jumlah suara sebesar 30 persen.

“Frans Lebu Raya – Benediktus A Litelnoni atau paket Frenly yang mendapat dukungan dari partai Hanura, PKB, PPP PKS dan PDIP, mendapat jumlah suara sebanyak 681.273 atau 29,80 persen dan Esthon L Foenay – Paul Talo diusung oleh partai Gerindra dan PDS menempati urutan kedua dengan jumlah suara sebanyak 515.836 atau 22,56 persen.

Pasangan Ibrahim Agustinus Medah- Emanuel Melkiades Lakalena atau paket Tunas mendapat suara sebanyak 514.173 atau 22,49 persen. Sementara itu pasangan Cristian Rotok – Paul Liyanto atau paket CristAL memperoleh suara 332.569 atau 14,55 persen.

Pasangan Benny Kabur Harman-Welem Nope atau paket BKH-Nope mendapat suara sebanyak 242.610 atau 10,61 persen.

Hasil tersebut membuat satu pasangan yaitu paket Tunas tidak bisa menerima kekalahan itu dan mengancam akan melakukan gugatan ke Komisi Yudisial (KY).

Pada saat KPU NTT melakukan pleno, ribuan warga masyarakat memadati halaman kantor KPU NTT dan ruas Jalan Polisi Militer.

Kondisi tersebut membuat jalan harus ditutup oleh pihak kepolisian dari Polres Kupang Kota dan Polda NTT sejak pukul 9.00 Wita hingga pukul 22.30 Wita. Walaupun hujan membasahi pakaian pengunjung di tempat itu wargapun tidak kunjung beranjak dari tempat tersebut.

Ketua KPU Johanes Depa, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat NTT sebab telah mendukung kinerja KPUD di 21 kabupaten/Kota se- NTT dan mengsukseskan pilgub NTT.

“Antusiasme warga masyarakat NTT terhadap pemilihan kepala daerah secara langsung sangat tinggi. Hal tersebut bahwa demokrasi di NTT semakin baik,” kata Johanes Depa.

Suara Pembaruan

Penulis: YOS/YUD

Sumber:Suara Pembaruan