Gubernur NTT, Frans Lebu Raya duduk berdampingan dengan Wakil gubernur NTT, Esthon L Foenay.

Markus Junianto Sihaloho

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah mengumumkan bahwa dua pasangan calon kepala daerah, Frans-Beny dan Esthon-Paul, lolos ke putaran kedua pilkada.

Partai Gerindra, yang merupakan pengusung Esthon-Paul, menyatakan optimis pihaknya bisa memutar balikkan hasil pilkada putara pertama dengan mengalahkan Frans-Beny.

"Sejak awal kami yakin, akan masuk putaran kedua. Dan dengan hasil akhir ini kami bertambah optimis bahwa pasangan yang diusung Gerindra dapat memenangkan Pilkada NTT," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, di Jakarta, Kamis (28/3).

Menurutnya, saat ini masyarakat NTT butuh seorang figur Bapak yang memiliki karakter jujur dan bersih, mengayomi, adil, serta sederhana. Karakter tersebut dimiliki oleh Esthon Foenay yang mereka usung.

Selama ini NTT identik sebagai provinsi miskin, paling rendah tingkat kelulusan sekolah, serta provinsi dengan angka kematian ibu hamil dan bayi tertinggi secara nasional.

"Semua label itu harus diubah. Dan Sosok Esthon-Paul tepat untuk memimpin perubahan tersebut," ujar Fadli Zon.

Karena kondisi itulah, Gerindra yakin Esthon-Paul bisa mengungguli pasangan lain di pilkada putaran kedua. Apalagi, salah satu terobosan Esthon adalah mendorong pariwisata berbasis lokal yang mengangkat sektor pertanian, peternakan dan para nelayan di NTT.

"Khusus isu pertambangan, Esthon akan sejalan aspirasi rakyat. Eksploitasi pertambangan ditolak oleh masyarakat dan para tokoh agama Katolik dan Protestan," ujar Fadli Zon.

Proses penghitungan suara pilkada NTT sudah selesai dilaksanakan. Hasil Pleno KPU NTT memutuskan perolehan akhir suara. Kandidat nomor 1 yang diusung Partai Gerindra, Esthon-Paul memperoleh 515.836 (22,56%). Kandidat no 4, Frans-Beny mendapat 681.273 (29,80%), diusung oleh PDIP, PKB, PKS, Hanura.

Penulis: Markus Junianto Sihaloho/FMB