Ilustrasi pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) Indonesia.

Jakarta - Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, buku Sekolah Dasar (SD) untuk kurikulum 2013 akan disusun langsung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Pascapenyusunan, Kemdikbud akan menyerahkan buku tersebut kepada tim independen yang dianggap kredibel untuk menilai kelayakan buku-buku tersebut.

“Baru kali ini kementerian menulis buku, biasanya diserahkan ke penulis, baru setelah selesai diserahkan dan di-review oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP),” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh lewat keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (30/3).

Peninjau independen, menurut M Nuh, diperlukan untuk memastikan tidak terjadi miskonsep dan kontroversi, selain untuk mengoreksi kesalahan cetak yang mungkin terjadi.

Kepala Puskarbuk Ramon Mohandas mengatakan, pihaknya telah memilih nama-nama ahli untuk menjadi bagian dari tim peninjau. Untuk mata pelajaran Sejarah mereka memilih Taufik Abdullah dan Anhar Gonggong. Sementara untuk buku Bahasa Indonesia ditinjau oleh Gunawan Moehammad dan Taufik Ismail.

“Kami serahkan kepada ahli sejarah dan budayawan,” kata Ramon.

Setelah buku digunakan oleh para pelajar, pihak kementerian meyakini para guru dan orangtua akan memberi masukan dan hal tersebut akan dijadikan bahan perbaikan untuk buku edisi revisi.

“Buku untuk SD dilengkapi dengan tugas-tugas yang harus langsung dikerjakan di buku itu, sehingga nanti buku penuh dengan coretan siswa,” kata dia lagi.

Buku kurikulum tahun 2013 rencananya akan didistribusikan pada Juli mendatang pada saat para pelajar memasuki periode ajaran baru.

Penulis: PR/Ezra Sihite/NAD