Ilustrasi apoteker.

Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemkes) menyatakan, jumlah Puskesmas maupun Rumah Sakit (RS) yang tersebar di Indonesia adalah 10 ribu RS dan Puskesmas sedangkan jumlah apoteker yang terdaftar di Kemkes hanya berjumlah 1.938 orang. Kemkes menyatakan jumlah apoteker ini baru mencapai 20% dari total jumlah RS dan Puskesmas yang ada di Indonesia.

Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemkes Maura Linda Sitanggang mengatakan, pada 1 Januari 2014 pemerintah akan menerapkan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Menurut dia, dengan jumlah apoteker yang masih terlalu sedikit membuat pelayanan kesehatan tidak optimal.

Menurut Maura, Kemkes akan terus menambah jumlah apoteker dengan terus bekerja sama dengan beberapa Universitas maupun sekolah tinggi farmasi.

“Tujuan pemerintah jika BPJS Kesehatan mulai diberlakukan adalah memberikan pelayanan kesehatan terbaik, termasuk peran apoteker, khususnya dalam bidang farmasi. Sekarang jumlah apoteker masih minim, kami akan bekerja keras mulai saat ini untuk menambah jumlah apoteker,” ujar dia dalam acara “Peran Apoteker dalam Implementasi SJSN” di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (4/4).

Dia mengatakan, peran apoteker dalam implementasi SJSN adalah melakukan praktek kefarmasian yang meliputi pembuatan (termasuk pengendalian), pengadaan, dan pendistribusian obat atas resep dokter. Menurut dia, apoteker juga bertanggung jawab dalam memberikan informasi tentang pengembangan obat, bahan obat serta obat tradisional.

“Apoteker tidak berhubungan langsung dengan pasien terkait penyembuhan penyakitnya, sehingga apoteker tidak berhak mendapatkan jasa medis yang dilakukan tenaga medis seperti dokter maupun perawat,” ujar dia.

Maura menambahkan, sesuai UU 40/2004 tentang SJSN, seorang apoteker bekerja di rumah sakit, tempat dokter praktek, klinik, laboratorium, serta apotik. Menurutnya, apoteker juga tidak boleh membedakan pasien berdasarkan status Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau bukan, jika pasien tersebut datang untuk meminta atau mengambil resep dokter.

Dia menilai seorang apoteker merupakan ujung tombak kesuksesan SJSN, terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Untuk itu diperlukan seorang apoteker yang tidak hanya andal dalam SDM, tetapi juga ramah kepada masyarakat.

Investor Daily

Penulis: C-05/NAD

Sumber:Investor Daily