Keluarga mengangkat peti berisi jenazah Yohanes Juan Manbait, salah satu korban pembantaian di LP Cebongan, Yogyakarta, ketika tiba di Bandara El Tari, Kupang, NTT, Senin (25/3).

Jakarta - Teka-teki siapa penyerang LP Cebongan, Sleman, Jawa Tengah akhirnya terjawab sudah. Ketua Tim Investigasi TNI Angkatan Darat (AD) Brigjen TNI Unggul K Yudhoyono mengemukakan pelaku penyerangan LP Cebongan adalah oknum TNI AD dari grup 2 Kopassus Kartosuro, Surakarta.

Berikut adalah kronologi singkat yang disampaikan Unggul berdasarkan pengakuan pelaku.

Beberapa orang sedang latihan di Gunung Lawu, Surakarta. Kemudian ada berita bahwa rekan mereka, Serka Heru Santoso dibunuh secara keji dan sadis oleh preman.

Karena merasa sebagai teman dan dengan dilandasi jiwa korsa (korps satuan, Red) yang tinggi maka satu orang yang sedang latihan turun dari Gunung Lawu menuju markas grup 2 Kopassus Kartosuro.

Pelaku itu berinisial U. Dia kemudian mengajak teman lainnya di markas. Jumlah pelaku sebanyak 11 orang. Namun yang terkait langsung 9 orang.

Dua orang berusaha mencegah kejadian itu. Para pelaku melakukan penyerangan karena tindakan para preman yang membunuh secara sadis, keji, dan biadab terhadap teman mereka.

Suara Pembaruan

Penulis: R-14/YUD

Sumber:Suara Pembaruan