Presiden RI, SBY (tengah)

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta semua pihak memelihara toleransi dan etika politik, saling menghormati, serta menjauhi anarkistis dalam memasuki tahun politik menjelang pemilu 2014.

"Mari kita jauhkan sifat yang mengarah pada saling hujat dan menjatuhkan, jauhi aksi anarkis, unjuk rasa yang merusak, dan pencemaran nama baik yang akan mencoreng iklim toleransi," kata Presiden saat menghadiri Dharma Shanti Nasional 2013 di Jakarta, Minggu (7/4).

Yudhoyono mengajak semua pemuka agama bersama-sama mendorong umat menjaga toleransi, keamanan dan ketertiban.

"Pada kesempatan yang baik ini pula pada pemuka agama seluruh tanah air, termasuk jajaran Parisada, saya ajak terus jaga kerukunan umat beragama," katanya.

Senada dengan Presiden, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia Mayjen (Purn) SN Suwisma mengimbau warga bangsa senantiasa menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.

"Persaingan dalam sebuah konstelasi politik adalah wajar namun seyogyanya persaingan itu dilandasi oleh persaudaraan bukan permusuhan," kata Suwisma.

Peringatan Dharma Shanti Nasional 2013 dihadiri juga Wakil Presiden Boediono, Ibu Negara Ani Yudhoyono, Herawati Boediono, para menteri kabinet dan sejumlah pejabat lainnya.

Penulis: Antara

Sumber:Antara