Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Timur Pradopo.

Jakarta - Menyusul peristiwa penyerangan hingga pembunuhan empat tersangka yang diduga preman oleh sebelas anggota Kopassus di LP Cebongan Yogyakarta, Kapolri Timur Pradopo menyatakan, belajar dari kasus tersebut instansinya makin berkomitmen membasmi premanisme.

” Tidak akan ada toleransi bagi preman,kalau ada penyimpangan yang dilakukan oknum kami (Polri) yang bekerjasama dengan preman,sampaikan kepada kami dan akan langsung kami proses,” kata Timur Pradopo di kawasan Kuningan, Jakarta, Senin (8/4).

Tindakan premanisme lanjutnya harus diproses sesuai dengan hukum. Salah satu yang akan dilakukan Kepolisian kata dia adalah inspeksi dan pemeriksaan ke lapangan agar tidak terjadi tindakan premanisme yang meresahkan masyarakat.

” Kalau sweeping perlu dilakukan ya kami akan lakukan sweeping secara rutin, yang jelas tidak akan ada lagi toleransi untuk premanisme,” kata dia lagi.

Kapolri juga berpesan kepada Kapolda Yogyakarta yang baru diangkat agar kembali menciptakan suasana kondusif dan aman bagi masyarakat di daerah istimewa tersebut.

Empat tahanan yang tewas dalam penyerangan di Lapas Cebongan, Sleman, diduga adalah preman.

Penulis: Ezra Sihite/FMB