Ilustrasi petani Indonesia.

Jakarta - Komisi IV DPR akhirnya dapat menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan dan Pemberdayaan Petani (PPP) pada masa sidang ke III 2012 - 1013.

Undang-undang (UU) ini nantinya diharapkan menjadi solusi terhadap persoalan yang selama ini menjadi masalah petani seperti sempitnya lahan garapan, sulitnya pembiayaan, kepastian harga, tersumbatnya akses informasi dan pasar, sarana dan prasarana pertanian, serta jaminan apabila terjadi gagal panen melalui pembentukan asuransi pertanian.

“Penyelesaian pembahasan panja di tingkat I untuk seluruh norma substansi, dan tinggal menyisakan tahapan pembahasan tim kecil (tim perumus dan tim sinkronisasi), pengambilan keputusan tingkat I di rapat kerja dan pengambilan keputusan tingkat II di paripurna,” Ketua Panja PPP Herman Khaeron di Jakarta, Kamis (11/4).

Dia mengungkapkan, Komisi IV bersama pemerintah sudah menyelesaikan pasal-pasal yang selama ini menjadi perdebatan sangat alot yakni tentang pendanaan dan pembiayaan bagi petani, dan asuransi pertanian.

“Akhirnya bersepakat, bahwa asuransi pertanian sebagai instrumen perlindungan apabila gagal panen terphadap petani sesuai yang ditetapkan dalam UU ini, sebagian pembayaran preminya ditanggung oleh pemerintah yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara,” ungkap Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Demokrat ini.

Dia menambahkan, Komisi IV juga meminta kepada pemerintah untuk menugaskan kepada pemerintah mengenai pembiayaan daerah untuk menugaskan BUMN dan BUMD di bidang perbankan untuk membentuk unit khusus yang menangani pertanian dengan penanganan, sistem dan aturan yang khusus pula.

“Harapan kita apa yang saat ini menjadi permasalahan dan kesulitan petani, khususnya petani kecil dan miskin dapat segera teratasi dan tentunya menjadi petani yang mandiri dan sejahtera, serta pada akhirnya akan menjadi pahlawan pangan dalam mewujudkan ketersediaan pangan yang berbasis pada kedaulatan dan kemandirian,” tandas Ketua DPP Partai Demokrat ini.

Suara Pembaruan

Penulis: C-6

Sumber:Suara Pembaruan