Ketua umum Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (kiri) menggandeng mantan menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra (kanan) saat pelantikan pengurus Perindo di Jakarta.

Semarang - Organisasi masyarakat Persatuan Indonesia (Perindo) besutan Harry Tanoesoedibjo berencana membangun Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Sesuai namanya bank ini akan dibangun untuk rakyat. Untuk usaha kecil, buruh dan petani.

"Marginnya 50 persen lebih murah dari bank pemerintah. Karena ini kegiatan sosial margin hanya untuk menutupi biaya operasional saja" kata Hary Tanoesoedibjo, Sabtu (13/) dalam acara Kuliah Umum di Kampus IAIN Walisongo, Semarang seperi dalam surat elektronik yang diterima Beritasatu.com.

Seperti diketahui selama ini pembiayaan perbankan untuk usaha kecil justru dipatok dengan bunga mencekik. Maklum usaha kecil dinilai memiliki resiko lebih tinggi dibanding korporasi yang bisa tawar-menawar bunga.

Sekadar gambaran, industri perbankan saat ini mematok bunga sekitar 2-3 persen per bulan. Berdasarkan penelitian Bank Indonesia (BI), pelaku usaha mikro masih menanggung beban suku bunga pinjaman bank kredit mikro sekitar 30 persen per tahun. Bandingkan dengan pinjaman untuk korporasi yang bisa berkisar antara 8-11 persen per tahun.

Hary menjelaskan, selain dilakukan secara langsung, penyaluran pembiayaan tersebut juga melalui koperasi-koperasi, seperti koperasi buruh, nelayan dan tani.

Dia menyatakan, koperasi-koperasi saat ini harus didorong guna meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi dan lingkungannya.

Tak berhenti disitu Perindo juga akan memberikan pendampingan dan pelatihan. Kegiatan sosial ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat bawah.

Menurut Hary program ini bisa terus berkelanjutan untuk membantu masyarakat. "Kami tidak akan pernah berhenti untuk membuat terobosan-terobosan untuk rakyat," kata Hary.

Seperti diketahui, Pria yang belum genap 48 tahun tersebut baru saja mengakuisisi 30 persen saham Bank ICB Bumi Putera Tbk (BABP) melalui MNC Kapital Tbk (BCAP). Perjanjian jual beli beli tersebut diteken 2 April lalu.

Penulis: PR/WBP