Sejumlah petugas gabungan melakukan evakuasi barang dan penumpang pesawat Lion Air yang tergelincir ke laut setelah berusaha mendarat di Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bali.

Jakarta - Proses evakuasi bangkai pesawat Lion Air yang jatuh di laut dekat bandara Ngurah Rai, Denpasar, Sabtu (13/4) akan dimulai hari ini. Bangkai pesawat nahas yang mengangkut 101 penumpang yang jatuh di laut itu akan dipotong dan ditarik ke wilayah daratan di Banjar Klang, atau sekitar 1 km sebelah selatan landasan Bandara Ngurah Rai.

”Kami menurunkan sekitar 100 orang anggota untuk melakukan pengamanan TKP dan proses evakuasi ini bersama tim terpadu. Sejak awal kita sudah membantu evakuasi, pertolongan pada penumpang hingga ke RS, dan mengamankan barang-barang milik penumpang,” kata Kapolres Denpasar Kombes I Wayan Sunartha saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (15/4).

Proses evakuasi bangkai ini, kata Sunartha, diharapkan akan selesai hari ini juga.

”Diputuskan untuk dipindahkan supaya tidak mengganggu arus pesawat, karena lokasi jatuhnya (meski di laut) persis di jalur penerbangan. Tim yang melakukan evakuasi bukan tim dari kami, melainkan tim terpadu KNKT dan juga Lion Air,” sambungnya.

Untuk proses keamanan pemindahan bangkai ini, termasuk dari kemungkinan terbakar dan meledak, Sunartha menuturkan, bahan bakar yang tersisa di dalam tangki pesawat akan disedot dulu.

”Di air belum terlihat ada (kebocoran bahan bakar). Maka bahan bakar (ditangki) akan disedot dulu. Soal tidak bocornya ini (sehingga pesawat tidak meledak meski jatuh) itu urusan tim teknis, mereka yang akan menentukan. Kita hanya sebatas pertolongan, pengamanan TKP, dan penumpang,” beber Sunartha.

Tangki pesawat Boeing 737-800 itu berada di bagian sayap yang relatif utuh dan tidak patah sebagaimana terjadi patahan bagian badan pesawat.

Hingga saat ini, menurut perwira menengah itu, sebagian besar para penumpang dan kru telah keluar dari RS, tinggal sekitar 8 orang. Termasuk ada seorang penumpang yang mengalami patah tulang kaki--yang usianya sekitar 60-70 tahun.

Penulis: Farouk Arnaz/NAD