Kepala Bappenas Armida Alisjahbana.

Jakarta – Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan, pada tahun 2014 pemerintah menargetkan angka kemiskinan paling tinggi berada pada kisaran 10%. Bappenas menyatakan, guna mencapai target tersebut pemerintah akan terus melakukan program program pengentasan kemiskinan.

Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan, salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi angka kemiskinan di Indonesia adalah dengan memperluas Program Keluarga Harapan (PKH). Menurut dia dalam pagu indikatif 2014, pemerintah mengalokasikan dana Rp 5,5 triliun untuk program PKH.

“PKH adalah salah satu program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dengan memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM),” ujar dia saat ditemui di kantornya, Gedung Bappenas, baru-baru ini.

Dia mengatakan, pada 2014, perluasan program PKH tidak hanya terlihat dari besaran alokasi dananya saja yang naik melainkan jumlah Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) penerima program PKH juga mengalami peningkatan. Menurut dia tahun depan cakupan RTSM adalah 3,2 juta dari 2,4 juta RTSM pada 2013.

Selain itu dia mengatakan bantuan tunai juga ditingkatkan menjadi Rp 1,8 juta/RTSM/tahun dari Rp 1,2 juta/RTSM/tahun pada 2013. Menurut dia, dengan adanya program PKH ini angka kemiskinan dapat diturunkan. Ia menuturkan, bantuan tunai ini dapat digunakan oleh RTSM untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka seperti membeli keperluan bahan makanan untuk dimasak, membeli perlengkapan balita seperti susu dan membeli peralatan peralatan rumah tangga.

“Kementerian Sosial juga terlibat dalam program PKH ini karena PKH ini adalah salah satu program prioritas baik bagi Kemensos maupun Bappenas,” ujar

Investor Daily

Penulis: DHO/NAD

Sumber:Investor Daily