Presiden RI, SBY (tengah)

Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh, menginvestigasi penyebab keterlambatan pendistribusian soal Ujian Nasional (UN) di 11 provinsi di Indonesia.

Daerah yang belum menerima soal UN adalah Provinsi Bali, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

“Info keterlambatan UN di 11 provinsi, saya telah instruksikan Mendikbud untuk segera atasi dan investigasi,” kata Presiden melalui akun twitter-nya SBYudhoyono, Minggu (14/4).

Ia mengatakan, UN tetap dilaksanakan meskipun terjadi keterlambatan distribusi soal. Di sisi lain, lanjut SBY, para orangtua wajib mendukung putra-putrinya untuk menjalani UN dengan baik.

“Para orangtua yang putra-putrinya menempuh UN, berikan motivasi dan doa agar lulus. Jangan bikin mereka stres,” ujar dia.

Sebelumnya, Mendikbud mengaku, telah diperintahkan SBY untuk tetap melaksanakan UN. “Pak Presiden telepon saya, bertanya kapan UN? Saya sampaikan besok Senin. Namun saya juga sampaikan ada persoalan teknis, ada percetakan yang belum rampung," kata Mendikbud di Jakarta, Minggu (14/4).

Ia mengaku, Presiden juga telah menginstruksikan untuk membentuk Tim Investigasi untuk mengungkapkan penyebab keterlambatan UN di sejumlah daerah. “Bapak Presiden sampaikan, lakukan investigasi, kemudian jelaskan ke publik duduk perkaranya,” kata Mendikbud.

Akibat keterlambatan pengiriman soal hanya 22 provinsi yang siap menggelar UN tepat waktu. Sisa 11 provinsi rencananya diawali pada Jumat (19/4) mendatang. Mendikbud juga memohon maaf sebesar-besarnya atas pergeseran jadwal UN di 11 provinsi tersebut.

Investor Daily

Penulis: Nov

Sumber:Investor Daily