Ilustrasi siswa mengerjakan soal ujian nasional.

Depok - Meski jadwal Ujian Nasional (UN) di 11 provinsi terlambat datang lantaran kendala masalah percetakan, namun hal demikian tak terjadi di Depok, Jawa Barat. Sebanyak 18.860 lembar soal UN tiba di Depok, Minggu (14/4) pukul 06.30 WIB.

Seluruh soal tersebut disimpan di SMA Negeri 1 Depok selaku rayon penyelenggara UN. Soal datang dengan pengawalan dari pihak kepolisian dan Panitia Pelaksana dan Pengawas Ujian Nasional (P3UN).

Koordinator Pelaksana UN Kota Depok, Memed Karmedi menuturkan, UN akan digelar di 943 ruangan di 50 SMA, 97 SMK, dan 24 MA. Seluruh soal UN disimpan di ruangan penyimpan soal di SMAN 1 yang dilengkapi dengan dua kamera CCTV dan empat gembok pengaman.

“Kalau untuk bocor soal rasanya tidak mungkin. Pengamanan kami ketat. Pukul 04.30 soal mulai didistribusikan ke sub rayon. Sedangkan distribusi soal dilakukan pukul 05.30,” ujar Memed, Minggu (14/4), di SMA Negeri 1 Depok.

Hanya ada dua sekolah yang didapuk menjadi sub rayon, yakni SMK YPPD dan SMK Nasional. UN akan diikuti 14.816 siswa SMA/SMK/MA.

UN di hari pertama ini akan mengujikan mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang SMA/ SMK/SMA. Sedangkan untuk UN Paket C akan mengujikan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Bahasa Indonesia.

Sebanyak 1.284 siswa Paket C akan mengikuti UN. Mereka tersebar di Sekolah Al-Muhajirin, SDN Anyelir 1, SDN Depokjaya 1, SDN Depokjaya 2. UN bagi siswa Paket C akan dimulai pukul 13.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Tentang target kelulusan, Dinas Pendidikan Kota Depok memancang target 100 persen lulus. Pada 2012 tingkat kelulusan mencapai 99,8 persen.

“Kami berharap siswa dapat mengerjakan UN dengan baik. Jangan percaya bocoran. Berdoa dan belajar serta yakin pada kemampuan sendiri. Soal UN sulit untuk bocor karena terdiri dari 20 varian soal dan dilengkapi barcode,” papar Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Herry Pansila Prabowo.

Sementara itu, Kepala Bagian Operasional Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Suratno mengatakan, Polres Depok tidak mengawal pengamanan langsung di ruang ujian atau di lingkungan sekolah. Aparat kepolisian akan berjaga di sekitar wilayah sekolah.

“Ini untuk menjaga agar tidak menimbulkan efek stres bagi siswa saat mengerjakan UN. Kami akan berada di sekitar wilayah sekolah. Kecuali jika ada gangguan kamtibmas, maka kami akan berjaga di sekolah,” tuturnya.

Suratno menambahkan, akan ada satu orang siswa yang mengikuti UN di Polsek Sawangan. Siswa tersebut berstatus tahanan polsek. “Dia terjerat kasus narkoba. Besok ujiannya ya di polsek. Tapi tidak di dalam penjara. Akan ada ruangan khusus yang disiapkan oleh pihak Polsek Sawangan,” imbuhnya.

Menurut Memed, dari catatan P3UN, terdapat tiga siswa yang akan mengikuti UN di Lembaga Pemasyarakatan Pondok Rajeg. “Kami siap menempatkan pengawas juga disana,” ujarnya selaku koordinator pelaksana UN.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Depok, Achmadi Yusuf mengaku, siswanya siap menghadapi UN. Pihak sekolah telah melatih kemantapan siswa melalui try out, jam tambahan, dan sejumlah program lainnya.

“Kami santai saja. Ini sudah setiap tahun dihadapi. Siswa kami juga santai karena mereka sudah mempersiapkan diri dengan belajar dan berdoa,” tutupnya.

Suara Pembaruan

Penulis: RIA

Sumber:Suara Pembaruan