Ilustrasi jalan rusak

Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dianggap lamban menangani perbaikan jalan rusak. Ironisnya, kondisi kerusakan jalan yang saat ini terjadi semakin parah. Jalan yang rusak tersebut tak hanya jalan provinsi, namun juga jalan nasional dan kabupaten/kota.

Salah satu ruas jalan yang tanggung jawab pemeliharaannya ada di tangan Pemprov Banten yakni ruas Jalan Syekh Nawawi Al Bantani, Kota Serang. Kondisi badan jalan ini sudah banyak lubang, dengan lebar lubang lebih dari  empat meter, dengan kedalaman lebih dari 30 centimeter.

Titik kerusakan jalan yaitu di Kampung Bogeg, sebelum jembatan tol Jakarta-Merak. Kemudian sebelum rel kereta Bogeg, dan setelah Gedung Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten. Tidak hanya itu, kerusakan jalan juga terjadi di depan Mapolda Banten, SPBU Banjarsari dan beberapa titik lainnya.

Warga Banjarsari Permai, Kecamatan Banjarsari Permai, Kota Serang, H Udin mengatakan kerusakan jalan yang tidak pernah diperhatikan Pemprov Banten itu, menimbulkan debu yang sangat pekat akibat aspal di badan jalan sudah terkelupas. Bahkan ketika musim hujan tiba, lubang yang menganga lebar di badan jalan tergenang air.

Menurut Udin, langkah perbaikan yang dilakukan Pemprov Banten terkesan asal-asalan. Tambal sulam yang dilakukan pada awal Januari 2013, saat ini sudah rusak kembali.

"Perbaikan jalan harus dilakukan secara profesional sehingga hasilnya pun berkualitas dan tidak mudah rusak," ujarnya di Serang, Senin (15/4).

Ruas jalan lain yang kondisinya rusak parah yakni jalan Palima – Ciomas. Padahal jalan tersebut sebagai jalan alternatif menuju tempat wisata Pantai Carita dan Pantai Anyer. Kondisi kerusakan jalan tersebut sama dengan di Jalan Syekh Nawawi Al Bantani, Kota Serang.

Bukan hanya itu, jalan lain yang saat ini rusak yaitu, jalan di perbatasan Anyer, Kabupaten Serang – Carita, Kabupaten Pandeglang. Jalan nasional ini, hingga saat ini belum diperbaiki oleh pemerintah pusat.

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah saat dimintai tanggapan soal masih banyaknya jalan rusak di Provinsi Banten mengatakan, saat ini masih dalam proses tender proyek.

“Coba Tanya teknisnya kepada Pak Sutadi, (Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang),” jelas Atut.

Namun Atut menegaskan, dirinya selalu menghubungi Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang, jika terdapat kondisi jalan yang rusak.

“Setiap kali saya melewati jalan provinsi dan menemukan jalan rusak, langsung saya telepon pejabat yang berwenanga untuk segera memperbaiki jalan rusak itu,” terang Atut.

Untuk diketahui, dari panjang 852,89 kilometer jalan provinsi, yang perbaikanya tanggung jawab Provinsi Banten, sebanya 30 persen atau 257,96 kilometer dinyatakan rusak. Sedangkan pada tahun 2013 ini, Pemprov Banten hanya mampu memperbaiki kerusakan jalan itu 5 persen atau sepanjang 42,64 kilometer.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan, DBMTR Provinsi Banten, Muchtar Sutanto mengatakan, anggaran yang dikelola DBMTR Banten sebesar Rp 1,018 triliun pada tahun 2013. Dana sebesar Rp 922 miliar untuk delapan kegiatan pembangunan jalan dan Rp 109 miliar untuk kegiatan pendukung seperti pengadaan alat berat.

"Kalau untuk kegiatan pendukung telah dianggarkan senilai Rp 30 miliar. Ini untuk pembangunan gedung DBMTR dan dua kantor lapangan di Munjul, Kabupaten Pandeglang dan di Tanara, Kabupaten Serang," katanya.

Selain itu, pada tahun 2013 ini Pemprov Banten akan melakukan pembangunan dan perbaikan jalan sepanjang 22 kilometer di daerah selatan Banten (Pandeglang dan Lebak), dan 44 kilometer untuk wilayah Banten Utara (Tangerang, Serang, Cilegon).

"Untuk alokasi anggaran betonisasi di daerah Banten Utara sebesar Rp150 miliar, dan Banten selatan Rp 198,23 miliar," jelasnya.

Suara Pembaruan

Penulis: 149

Sumber:Suara Pembaruan