Ilustrasi BBM.

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan saat ini pemerintah tengah melakukan kajian terhadap kenaikan harga BBM bersubsidi. Menurut Jero meskipun keputusan ini belum final, tapi pemerintah sudah mempersiapkan opsi kenaikan bagi mobil pribadi sebesar Rp 6.500 untuk bahan bakar berjenis premium.

Jero menuturkan bahwa kenaikan ini tidak berlaku pada kendaraan umum dan sepeda motor, ia mengatakan kenaikan ini hanya pada mobil pribadi. Menurutnya hal ini dilakukan pemerintah sebagai salah satu upaya pengendalian BBM bersubsidi agar lebih tepat sasaran.

Jero menilai dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh di atas 6% membuat kelas menengah juga naik. Dia mengatakan jumlah kelas menengah di Indonesia sudah mencapai 45 juta, Menurutnya kelas menengah di Indonesia terbagi dua, pertama, kelas menengah baru. Kedua, kelas menengah yang semakin kaya.

Jero menuturkan fakta yang terjadi adalah 77% penggunaan BBM bersubsidi dinikmati oleh kelas menengah yang kaya daripada kelas menengah baru maupun golongan masyarakat tidak mampu.

“ Banyak opsi yang ditawarkan pemerintah salah satunya adalah kenaikan harga BBM bagi masyarakat mampu karena jumlahnya banyak, tapi keputusan ini tergantung presiden apakah nanti jadi dinaikan atau tidak,” ujar dia saat ditemui dalam acara “ Rapat Koordinasi Dengan Gubernur Mengenai Pengendalian BBM” di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (16/4)

Menurutnya rencana kenaikan harga BBM ini sudah dibicarakan pemerintah dengan gubernur seluruh Indonesia. Menurut dia semua gubernur mendukung rencana pemerintah dalam mengendalikan BBM bersubsidi baik itu dengan mengurangi subsidi BBM bagi masyarakat mampu atau menaikan harga BBM bagi mobil pribadi sehingga terjadi penghematan pada anggaran.

Jero mengatakan bahkan ada salah satu gubernur yang menyarankan pemerintah agar menaikan harga BBM sebesar Rp 9.500 sesuai dengan harga minyak dunia. Ia pun mengungkapkan saat ini pemerintah tengah menyiapkan sistem yang baik terkait pengendalian BBM bersubsidi ini.

“ Kami akan melibatkan POLRI, Pertamina serta SKK migas, semuanya harus saling bersinergi,” ujar dia.

Penulis: DHO/AF