Dedy Dores, calon wakil bupati Garut

BANDUNG - Penyanyi lawas Indonesia tahun 1980-an, Deddy Dores menyatakan keseriusannya maju dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Garut periode 2013-2018.Pria bernama asli Deddy Supriyadi ini digandeng mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Garut periode 2004-2009, Dedi Suryadi.

“Posisi saya sebagai calon wakil bupati,” kata Supriyadi ketika dihubungi lewat telepon selulernya, Rabu (17/4).

Supriyadi memilih jalur independen karena dirinya tidak mau terikat oleh partai politik. “Saya rasa rakyat Garut butuh pemimpin yang merakyat dan bisa menyatu dengan mereka,” kata dia.

Terkait dengan posisinya sebagai wakil bupati, Supriyadi mengaku tidak mau muluk-muluk. Untuk saat ini, dia merasa kapasitasnya hanya di posisi wakil bupati. “Dia (Suryadi) lebih pengalaman,” kata Supriyadi.

Penyanyi yang kerap tampil dengan kacamata hitamnya ini mengaku sudah menandatangani sebuah perjanjian dengan Suryadi. Keduanya sudah bertemu pada tanggal 6 April 2013 lalu di rumah Suryadi.

Mereka sepakat untuk tetap maju dari jalur perseorangan. Apabila salah satu pihak mundur dari pencalonan, maka pasangannya berhak mendapatkan ganti rugi minimal dua kali lipat dari jumlah materi yang sudah dikeluarkan selama proses pencalonan.

“Harus ada komitmen kalau tidak nanti seenaknya,” tegas Supriyadi.

Perjanjian itu dibuat setelah Supriyadi ditinggalkan oleh anggota DPR-RI, Daday Hudaya dari Partai Demokrat saat pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat periode 2013-2018 lalu. Kala itu, Daday tidak jadi maju dan mengundurkan diri. Dia malah merapat ke Partai Demokrat namun akhirnya tidak diajukan sebagai bakal calon gubernur.

“Saya tidak pernah mundur dari pencalonan. Tapi calon gubernurnya yang mundur. Waktu itu tidak ada perjanjian sama sekali. Saya tidak mau seperti kejadian dengan Daday, saya sudah belajar. Kalau mau serius, ya serius. Saya juga di Jakarta sudah cukup buat cari makan,” ungkapnya.

Meski belum memasuki masa pendaftaran, pasangan ini sudah memasang baliho di berbagai sudut Kota Garut. Dalam baliho itu terpampang gambar diri keduanya. Deddy Dores yang berada di sebelah kiri tetap menggunakan kacamata hitam meski dalam foto. Mereka menggunakan tagline “D2, Kami Datang dengan Cinta”.

Supriyadi mengaku dirinya juga sudah melakukan sosialisasi ke berbagai daerah di Kabupaten Garut. Menurutnya, dari hasil sosialisasi itu banyak warga yang mendukung dirinya.

Untuk pembagian tugas, apabila terpilih, Supriyadi menerangkan, dirinya akan menangani urusan pembangunan budaya, pemberdayaan masyarakat, kepariwisataan, serta urusan kepemudaan.

Pemilihan bupati dan wakil bupati Garut sendiri baru akan digelar pada hari Minggu, tanggal 8 September 2013 mendatang.

Supriyadi menegaskan, dirinya tidak tertutup untuk berkoalisi dengan partai politik. Apalagi, calon bupati yang berkomitmen dengannya merupakan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP). “Bisa saja ada partai yang mau mengusung kita, namanya juga politik. Kalau begitu (kami) tetap satu paket. Karena dijanjikan seperti itu, akhirnya saya mau tandatangan perjanjian dengannya,” ungkap Supriyadi sembari menambahkan dirinya sudah mengantongi dukungan 100 ribu dari syarat minimal 80 ribu dukungan masyarakat Garut.

Syarat dukungan minimal itu, sambung dia, akan disertakan saat keduanya mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Garut tanggal 6 Mei 2013 mendatang. “Saya inginnya kita punya dukungan minimal 150 ribu, sehingga kalau ada yang kurang bisa dengan mudah ditambahkan,” paparnya.

Divisi Teknis dan Hubungan Masyarakat Komisi Pemilihan Umum Garut, Abdal memperkirakan, pemilihan bupati dan wakil bupati ini akan diikuti tujuh pasangan calon dari jalur perseorangan. Perkiraan itu didapat dari kehadiran para calon atau perwakilannya ke Komisi Pemilihan Umum Garut yang menanyakan syarat dukungan, format dukungan, dan syarat administrasi pencalonan lainnya.

Selain Deddy Dores, kata Abdal, ada juga penyanyi dari grup musik Setia Band yang melakukan konsultasi. “Kalau Charly (van Houten) masih sebatas konsultasi,” ujar Abdal.

Penyanyi yang terkenal lewat grup musik ST12 ini dikabarkan akan mendampingi Muhtarom dari jalur perseorangan.

Fenomena maraknya calon dari jalur perseorangan ini tidak bisa dilepaskan dari kemenangan pasangan Aceng Fikri dan Diki Chandra pada tahun 2008 lalu. Keduanya menjadi pasangan perseorangan pertama yang memenangi pemilihan kepala daerah di Indonesia. 

Suara Pembaruan

Penulis: 153/FMB

Sumber:Suara Pembaruan