Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan sejumlah tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin lokasi untuk pemakaman bukan umum seluas 100 hektar di Tanjung Sari, Bogor, Jawa Barat. Namun dari lima tersangka, KPK hanya menanahan empat di antaranya.

Salah satu tersangka yang tidak ditahan KPK diketahui adalah Ketua DPRD Kabupaten Bogor Iyus Djuher (ID).

Juru Bicara KPK, Johan Budi SP mengatakan, tersangka Iyus belum dilakukan penahanan karena pemeriksaan terhadapnya belum 1x24 jam.

"Ketua DPRD Bogor belum ditahan malam ini karena masih belum 1 x 24 jam," kata Johan di kantornya, Jakarta, Rabu (17/4).

Sedangkan untuk empat tersangka lainnya, lanjut Johan, masing-masing ditahan ditempat terpisah.

Johan menjelaskan, untuk tersangka pegawai Pemkab Bogor UJ (Usep Jumeno) dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Jaksel, sedangkan untuk tersangka pegawai honorer di Pemkab Bogor LWS (Listo Wely Sabu) dititipkan di Rutan Cipinang.

Sementara untuk tersangka NS (Nana Supriatna) yang diduga berkaitan dengan PT Gerindo Perkasa ditahan di Rutan Polda Metro, sedangkan untuk tersangka Direktur PT Gerindo Perkasa SS (Sentot Susilo) ditahan di Rutan KPK.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan lima tersangka terkait kasus dugaan suap pengurusan izin lokasi untuk pemakaman bukan umum seluas 100 hektar di Tanjung Sari, Bogor, Jawa Barat.

Penetapan tersangka ini terkait operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di rest area Tol Jagorawi, Sentul, Bogor, Selasa (16/4) sore dan Rabu (17/4) pagi.

Dalam operasi tangkap tangan tersebut, KPK mengamankan barang bukti berupa uang sebanyak Rp 800 juta dalam bentuk pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000.

Selain uang, KPK juga mengamankan dua buah mobil, yaitu Toyota Rush dan satu mobil Toyota Avanza.

Diduga uang tersebut untuk pengurusan izin lokasi untuk pemakaman bukan umum seluas 100 hektar di Tanjung Sari, Bogor, Jawa Barat.

Investor Daily

Penulis: RIS

Sumber:Investor Daily