Ilustrasi pelajar membawa senjata tajam.

Jakarta - Para pelajar diminta bisa mengubah kebiasan meluapkan kegembiraan pasca Ujian Nasional (UN) seperti mencorat-coret pakaian serta tawuran, dengan kegiatan sosial.

"Kita ubah bersama-sama pola pikir pelajar saat lulus-lulusan dengan tidak tawuran atau corat-coretan. Diganti pola pikirnya untuk bisa berjiwa sosial dengan memberikan bajunya kepada siswa yang kurang mampu daripada dicoretin. Ini bukan tugas gubernur dan polisi saja, namun tugas semuanya termasuk masyarakat serta orang tua," ujar Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Sudjarno, saat menghadiri Dialog Gubernur Provinsi DKI Jakarta dengan Peserta Didik Pasca Ujian Nasional 2013, di Gelanggang Olahraga Bulungan, Jakarta Selatan, Kamis (18/4).

Dikatakan Sudjarno, Polda Metro Jaya, telah melakukan antisipasi terkait kemungkinan terjadinya tawuran dengan melakukan pengamanan dan patroli.

"Sejak UN sudah kita siapkan. Polri terlibat didalamnya. Mulai dari pengawalan bahan soal, percetakan, pelaksanaan, sampai pasca UN. Itu termasuk antisipasi tawuran. Patroli kita tingkatkan di sejumlah titik rawan. Insya Allah, minggu-minggu ini tawuran relatif berkurang," tambahnya.

Sudjarno menuturkan, pihaknya juga melibatkan peran polisi siswa yang sudah dibentuk untuk mengantisipasi tawuran.

"Polisi siswa di sekolah-sekolah SMA itu sudah ada. Mereka adalah siswa terbaik. Kita harap mereka bisa mengajak teman-temannya untuk tidak terlibat tawuran, tidak membuat kenakalan, tidak membuat pelanggaran baik di lingkungan sekolah maupun di luar. Minimal, memberikan informasi kepada kita, rencana akan adanya tawuran. Kalau patroli antisipasinya selama 24 jam," ungkapnya.

Menurut Sudjarno, para polisi siswa itu dibina di setiap Polres dan Polsek. Menyoal berapa jumlahnya, ia mencontohkan di SMAN 70 Jakarta dan SMAN 6 Jakarta masing-masing memiliki 10 polisi siswa.

"Kami berharap jumlahnya bisa terus bertambah. Mereka dibina disiplinnya agar bisa menjadi teladan bagi teman-temannya. Sistemnya berkesinambungan, jika bisa nanti dilanjutkan masuk menjadi akpol ," tandasnya.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Jakarta Selatan, AKBP Dri Hastuti, mengatakan rata-rata semua Polsek di wilayah hukum Polres Jakarta Selatan sudah melakukan pembinaan kepada polisi siswa.

"Rata-rata semua Polsek sudah memiliki polisi siswa. Sasarannya siswa SMA. Semuanya kita bentuk dan bina. Kami harapkan untuk antisipasi tawuran mereka mau memberikan informasi. Kami menerima informasi melalui SMS atau telepon," tukasnya.

Penulis: Bayu Marhaenjati/AF