Barang bukti berupa shabu-shabu.

Jakarta - HK (43) bandar narkoba yang mengendalikan tiga orang kurir jaringan pengedar Bali-Nusa Tenggara Barat (NTB) yang ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) beberapa waktu lalu, diketahui merupakan gembong yang menguasai peredaran narkoba di NTB dan sekitarnya.

Menurut Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Benny Mamoto, sindikat HK menjadi pemasok tunggal di wilayah tersebut. Bahkan, sindikat ini tak segan menggunakan kemampuan finansialnya untuk menghalau berbagai upaya yang menganggu bisnis mereka.

"Pernah kami menangkap salah satu anggota sindikatnya. Tapi karena yang bersangkutan sedang tidak membawa barang bukti, penangkapan masih dalam konteks money laundry. Dan BNN tiba-tiba dilaporkan ke polisi setempat seolah menculik, dan semua ini digerakan sindikat itu," kata Benny dalam konferensi pers di Gedung BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Jumat (19/4).

Benny menyatakan, selain berupaya menghalau aparat yang coba mengungkap sindikat itu, HK yang dikenal dekat dengan oknum penegak hukum juga berupaya menghalau bandar yang coba memasarkan barang haram ke wilayah NTB.

"Dia yang rancang untuk jadi pemasok tunggal dan satu pintu. Kalau ada yang coba pasok, dia akan gerakan orang. Dihantam sama dia dengan menginfokannya ke aparat agar ditangkap," ungkapnya.

Kepada petugas, HK mengaku telah menjalankan bisnis ilegal ini sekitar empat atau lima tahun terakhir. Dalam menjalankan bisnisnya, HK dibantu oleh kekasihnya NJ (20) yang bertugas mengatur keuangan. Selain menyita 408,7 gram sabu sebagai barang bukti, BNN juga menyita sebagian aset milik HK berupa beberapa rekening atas nama HK, dan mobil mewah BMW berwarna putih.

Dikatakan Benny, upaya HK untuk menjadi pemasok utama narkoba di Lombok lantaran prospek ekonomi di wilayah itu. Selain Bali, Lombok telah menjadi daerah yang diminati wisatawan asing dan lokal."Di mana ada tempat wisata yang berkembang, pasti ada sindikat narkotika yang masuk," jelasnya.

Benny menyatakan, pihaknya bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah itu, terutama di tempat-tempat wisata. Termasuk jika ada oknum penegak hukum yang terbukti memuluskan bisnis sindikat narkoba.

HK dan NJ, bersama tiga orang kurir yakni AF (24), S (42), dan SS (50) dibekuk BNN pada Selasa (2/4) lalu. SS diketahui merupakan pecatur pemegang gelar internasional Master Fide dan peraih medali perak dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau pada 2012 lalu. Selain kelima tersangka, terdapat tiga nama lain dalam sindikat ini yang masih buron.

Guna pengembangan lebih lanjut, petugas membawa kelima tersangka berikut barang bukti ke Kantor BNN. Kelima tersangka dijerat dengan pasal 114 (2), 112 (2), Jo pasal 132 (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun penjara.

Suara Pembaruan

Penulis: F-5/WBP

Sumber:Suara Pembaruan