Soal-soal ujian nasional siap didistribusikan.

Jakarta - Staf Khusus Mendikbud Bidang Komunikasi dan Media, Sukemi mengatakan, tidak ada penunjukan langsung di balik pemenangan tender PT Ghalia Indonesia Printing sebagai perusahaan percetakan soal Ujian Nasional (UN). Seperti diketahui, perusahaan tersebut terbukti gagal dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dalam pelaksanaan UN.

"Dalam proses tender itu tidak boleh tunjuk langsung, apalagi dalam jumlah yang begitu besar. Itu proses tender berlangsung sebagaimana yang berlaku, dan tidak ada penunjukan langsung," kata Sukemi, di Jakarta, Sabtu (20/4).

Seperti diberitakan, kredibilitas pemerintah memang dipertanyakan atas kinerja PT Ghalia yang terutama gagal mendistribusikan soal ujian SMA di 11 provinsi. Pemerintah dianggap tidak cermat ketika mempercayai PT Ghalia sebagai distributor. Apalagi, PT Ghalia dikabarkan sempat menang dua paket, bersama PT Balebat yang masih satu grup dengan perusahaan itu.

"Karena adanya ketetapan satu perusahaan percetakan tidak boleh memenangkan lebih dari satu paket, maka memang dia harus memilih. Pada saat penentuan pengumuman, dia hanya boleh memilih satu paket," ujar Sukemi pula.

Mendikbud Bertanggung Jawab
Sementara, anggota Komisi X DPR dari Fraksi PDIP, Itet Tridjajati Sumarijanto menegaskan, Mendikbud M Nuh harus bertanggungjawab atas kekacauan penyelenggaraan UN ini. Apalagi karena di balik pelaksanaan UN, termasuk pemenangan tender, terdapat beberapa kejanggalan.

Dikatakan Itet, Komisi X DPR sendiri berencana akan memanggil M Nuh, pada Jumat (26/4) depan. "Jumat (26/4) pekan depan akan dipanggil. Ini tadinya harus hari Kamis (25/4), tetapi karena anggota Komisi X pada ke dapil, maka mereka Jumat baru bisa kembali," jelasnya.

Menurut Itet, pemerintah terlihat tidak profesional dalam menyelenggarakan UN. Hal itu terlihat dari carut-marutnya pelaksanaan UN, hingga adanya indikasi korupsi.

"Sistem keprofesionalismeannya tidak dibangun di Kemdikbud itu. Pelaksanaan UN seperti orang membuat hajat. Jadi sebelum hari-H harus ada ini, ada ini, ada ini. Kita malah jalan mundur. Kita buat matriks, seharusnya sudah tahu," jelasnya.

 

Suara Pembaruan

Penulis: E-11

Sumber:Suara Pembaruan