Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (kanan) didampingi Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Jero Wacik (ketiga kanan), Ketua Panitia Penyelenggara Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat Max Sopacua (keempat kanan) dan jajaran anggota Dewan Pembina meresmikan pembukaan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali.

Ketua Harian Partai Demokrat menegaskan sudah tidak ada kubu-kubu di partainya.

Jakarta - Irfan Gani dicopot sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DKI Jakarta. Gde Pasek Suardika juga didepak dari kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PD.

Sebelumnya Pasek menjabat sebagai Ketua Divisi Komunikasi Publik. Pasek sendiri sudah merasa dirinya tidak akan masuk kepengurusan.

Kedua nama tersebut sering dianggap loyalis mantan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum. Selain Irfan dan Pasek, loyalis Anas lainnya, Mirwan Amir juga tidak lagi menjadi Wakil Bendahara Umum DPP PD.

Ketua Harian DPP PD, Syarifuddin Hasan sendiri membantah, pencopotan Pasek dan Mirwan khususnya, untuk membatasi ruang gerak loyalis Anas. Hasan menegaskan sudah tidak ada kubu-kubu di PD.

"Pokoknya begini, inilah Partai Demokrat. Tidak ada loyalis A, B, C, D. Pokoknya satu. Mereka semua kader-kader yang bagus, komitmennya dan loyalitasnya terhadap SBY dan Partai Demokrat tidak diragukan," kata Hasan kepada wartawan usai jumpa pers di kantor DPP PD, Jakarta, Minggu (21/4).

Seperti diketahui, berdasarkan susunan kepengurusan PD pasca kongres luar biasa (KLB) di Bali dalam SK No 70 tertanggal 17 April 2013, diketahui Ketua DPP PD Komunikasi Publik kini dijabat Hinca IP Pandjaitan. Sedangkan posisi Mirwan Amir tidak diganti. Kini hanya ada dua Wabendum DPP PD, yaitu Siswanto dan Indrawati Sukadis.

Suara Pembaruan

Penulis: C-6/FER

Sumber:Suara Pembaruan