Ilustrasi logo Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

 Dari 560 caleg, sekitar 32 persen merupakan kalangan perempuan.

Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tjahjo Kumolo mengaku bahwa partainya ingin menyerahkan daftar calon anggota legislatif sementara (DCS) pada Sabtu (20/4). Namun karena berbagai alasan, maka PDIP baru merealisasikannya pada Senin (22/4) ini.

"Sebenarnya kita ingin menyerahkan pada hari Sabtu tapi kita bisa hari Senin sambil merapikan semua berkas-berkas per dapil setidaknya untuk memudahkan KPU melakukan verifikasi. Kami siap dengan aturan 30 persen perempuan kemudian ada aspek kesinambungan, dari partai lama terus kemudian ada partai baru ada anggota-anggota DPRD tingkat II yang kita angkat sebagai calon anggota DPR dan juga banyak kader eksternal," kata Tjahjo di kantor KPU, Jakarta, Senin (22/4).

Dia menambahkan, dari 560 caleg, sekitar 32 persen merupakan caleg perempuan. Sedangkan usia caleg PDIP rata-rata berkisar diangka 40 tahun.

"Kami tentukan caleg berdasarkan hasil psikotest. Kalaupun ada yang berprofesi artis, tidak semata-mata dia tidak memenuhi tahapan. Dan semuanya sama. Artis seperti Rieke, Yesi Gusman, Edo Kondologit, Nico Siahaan dan lainnya," imbuh Tjahjo.

Sementara terkait pendidikan, mayoritas caleg bergelar pendidikan strata 1. Bahkan 13 orang di antaranya bergelar guru besar. Selain itu, PDIP juga mengusung kalangan aktivis sebagai caleg.

"Caleg dari aktivis banyak. Seperti Adian Napitulu, Ribka Tjiptaning. Kombinasilah. Karena kita lebih utamakan kader, kebetulan kita mayoritas dari internal sendiri," ujarnya.

Tjahjo mengungkapkan, hari ini PDIP sendiri menyerahkan 560 Daftar Caleg Sementara (DCS) kepada KPU.

"Masih ada waktu dua minggu untuk mengubah kalau ada berkas kurang. Kami coba persiapkan karena total se-Indonesia ada 22 ribuan caleg," ungkapnya.

Dia menegaskan, PDIP menargetkan perolehan suara di atas 20 persen agar bisa mengusung calon presiden.

Suara Pembaruan

Penulis: C-6/FER

Sumber:Suara Pembaruan