Partai Gerindra.

Jakarta - Setiap calon anggota legislatif (caleg) menyiapkan dana yang besar untuk mengikuti pemilihan umum (pemilu). Bahkan nilainya mencapai miliaran rupiah.

Pada Pemilu 2009 lalu, Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Martin Hutabarat mengaku menyiapkan dana sekitar Rp1,5 miliar. Saat ini, Martin mengaku belum menghitung anggaran untuk pemilu.

"Pemilu lalu saya keluar uang paling sedikit Rp1,5 miliar. Sampe sekarang belum hitung," kata Martin di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (23/4).

Dia menuturkan, anggaran sebesar itu banyak terpakai untuk membayar saksi di tempat pemungutan suara (DCS). Namun, saat ini saksi sudah dipusatkan ke pusat atau DPP Gerindra. "

Saksi sekarang merupakan tanggung jawab bersama. Biasanya masing-masing caleg urus saksi, sekarang saksi terpusat. Supaya suara bisa terkawal," tuturnya

Dia menambahkan, Gerindra mempersiapkan saksi berjumlah 1.250.000 orang di seluruh Indonesia. "Saksi kami terlatih dan militan. Kebanyakan dari anak muda," imbuhnya.

Suara Pembaruan

Penulis: C-6/FMB

Sumber:Suara Pembaruan