Ilustrasi siswa mengerjakan soal ujian nasional.

Samarinda - Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Syaharie Jaang, meminta kompensasi kelulusan 100 persen akibat tertundanya pelaksanaan Ujian Nasional di daerah itu.

"Tertundanya pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMA/SMK di beberapa provinsi, termasuk di Kota Samarinda mengakibatkan ribuan peserta UN menjadi resah dan tentunya kondisi tersebut secara psikologis mengganggu para siswa dan pada akhirnya akan berpengaruh pada kekhawatiran hasil dari UN nanti," kata Syaharie Jaang di Samarinda, Rabu.

"Ini bukan harapan, tetapi permintaan saya kalau bisa peserta UN harus lulus 100 persen baik siswa di Samarinda maupun di Kaltim sebagai kompensasi keterlambatan distribusi maupun pengandaan soal," katanya.

Jika pelaksanaan UN dilaksanakan secara profesional sesuai dengan kondisi tahun sebelumnya yakni dengan mengedepankan kualitas diiringi dengan koreksi soal yang baik, maka tingkat konsentrasi siswa selaku peserta UN akan lebih fokus dan jujur, karena memang tingkat kebocoran soal pun tidak ada, katanya.

"Sesuai konsep awal pada pelaksanaan UN tahun ini (2013) dalam satu kelas setiap anak akan mengerjakan soal yang berbeda tetapi dengan dilakukannya penggandaan soal itu, saya yakin dalam satu kelas pasti ada yang soalnya sama," ungkap Syaharie Jaang.

Dengan karut marutnya pelaksanaan UN di sejumlah provinsi termasuk di Kota Samarinda lanjut Syaharie Jaang, wajar jika daerah itu meminta kompensasi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk meluluskan semua peserta UN tersebut akibat pengadaan soal ujian yang bermasalah.

Pelaksanaan Ujian Nasional di Kota Samarinda sendiri dua kali pelaksanaan UN SMA/SMK tertunda yakni dari Kamis (18/04) ditunda pada Jumat (19/04).

Sementara, pada pelaksanaan UN tingkat SMP/MTS tetap berjalan sesuai jadwal yakni mulai Senin (22/4). *

Penulis: Yudo Dahono/YUD

Sumber:Antara