Ilustrasi instalasi kabel listrik PLN.

Jakarta - Rasio elektrifikasi atau keteraksesan terhadap listrik di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih di bawah 50 persen. Tercatat dari 21 kabupaten berelektrifikasi rendah, 14 kabupaten di antaranya bahkan rasio elektrifikasinya di bawah 50 persen yakni hanya 20-30 persen.

Kini masyarakat di 14 kabupaten itu patut gembira, karena pemerintah melalui dana alokasi khusus memberikan subsidi listrik tenaga surya senilai Rp5 miliar per kabupaten.

Kepala Bidang Listrik dan Pemanfaatan Energi Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTT Budi D Utama mengatakan pembangunan PLTS di NTT sesungguhnya sudah dilakukan sejak tahun 1998 dan sudah terpasang 35.000 instalasi hingga saat ini.

Sedangkan tahun 2011-2012 instalasi terpasang terpusat mendapat dana bantuan masing-masing sebesar Rp1,5 miliar tahun 2011 dan Rp2 miliar tahun 2012.

"Masyarakat sangat mengharapkan adanya instalasi PLTS tersebar. Instalasi tersebar artinya setiap satu rumah satu modul surya cell. Sedangkan instalasi terpusat modul dijajarkan dan dialirkan ke warga dengan perantara tiang listik," katanya di sela Workshop Energi Baru dan Terbarukan bertema Selamatkan Bumi dengan Energi Terbarukan di Jakarta, Kamis (25/4).

Keempat belas kabupaten yang mendapatkan DAK dan berasio elektrivikasi rendah yaitu Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, Sumba, Sumba Barat, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Kabupaten Kupang, Timur Tengah Utara, Belu, Rotendao, Sabu Raijua.

"Potensi matahari di NTT sangat baik. NTT bisa mengalami musim kemarau selama delapan bulan," ucapnya.

Dalam instalasi PLTS yang dipasang sebelumnya, penduduk hanya mendapat 50 watt dan cukup untuk menyalakan 3 lampu masing-masing berdaya 10 watt. Melalui subsidi yang diberikan pemerintah, masyarakat hanya membayar uang sukarela untuk pemeliharaan berkisar antara Rp 5.000-Rp 10.000 bergantung kemampuan penduduk bersangkutan.

"Oleh karena itu masyarakat memiliki harapan yang luar biasa karena sebelumnya hanya menggunakan lampu minyak tanah," ujarnya.

Memang menurutnya idealnya satu rumah di 14 kabupaten itu diberi bantuan daya sebesar 450 watt.

 

Suara Pembaruan

Penulis: R-15/YUD

Sumber:Suara Pembaruan