Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kembali mensosialisasikan Program Menuju Indonesia Hijau yang sudah dicanangkan presiden sejak 2006. Program ini dibuat agar terjadi penurunan laju deforestasi dan luasan lahan kritis.

Menteri Lingkungan Hidup, Balthasar Kambuaya mengatakan, Program Menuju Indonesia Hijau untuk merespons kualitas lingkungan yang cenderung memburuk dari waktu ke waktu.

"Kondisi ini akan berpotensi besar terjadinya bencana ekologis seperti banjir, tanah longsor, kehutanan dan kekeringan. Untuk mengurangi risiko bencana kita perlu upaya-upaya mempertahankan tutupan lahan berhutan yang bersisa dan tanam pohon di lahan kritis," kata Menteri LH di sela sosialisasi Program Menuju Indonesia Hijau (MIH) di Jakarta, Jumat (26/4).

Nantinya sebagai wujud apresiasi Program MIH, KLH memberikan penghargaan Raksaniyata kepada daerah yang berhasil mempertahankan dan menambah tutupan vegetasi di wilayahnya.

Ia melanjutkan bahwa Program MIH merupakan salah satu komponen utama dalam penetapan indeks kualitas lingkunga hidup. Selain merupakan program prioritas nasional, pelaksanaannya pun dipantau oleh Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).

"Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengendalian kerusakan lingkungan dan mendukung pemerintah memenuhi target 26 persen penurunan emisi gas rumah kaca tahun 2020," ungkap Balthasar.

Men LH pun menjelaskan, data Kemhut melaporkan angka deforestasi periode tahun 2006-2009 mencapai 0,83 juta hektar per tahun. Deforestasi terbesar terjadi di dalam kawasan hutan mencapai 73,4 persen. Sedangkan di luar kawasan hutan sebesar 26,6 persen. Sementara lahan kritis, tercatat 27, 2 juta pada 2011 mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan 2006 yaitu seluas 30,1 juta hektar.

Suara Pembaruan

Penulis: R-15

Sumber:Suara Pembaruan