Ilustrasi BBM jenis solar yang kehabisan disebuah SPBU

Jakarta - Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo berharap pemerintah tak buru-buru menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan alasan menipisnya stok BBM akibat pemakaian konsumen sehingga butuh penambahan kuota.

Sebab menurut Bambang, kelangkaan BBM bersubsidi saat ini, utamanya solar, sangat janggal.

"Kelangkaan saat ini bukan disebabkan menipisnya stok kuota BBM bersubisidi akibat tingginya serapan konsumen dalam negeri, melainkan diakibatkan oleh pencurian dan penyelundupan BBM bersubsidi oleh oknum aparat negara," tegas Bambang di Jakarta, Sabtu (27/4).

Bambang menyatakan bahwa tingginya intensitas pencurian BBM bersubsidi akhir-akhir ini diduga berkaitan dengan pengumpulan dana untuk kepentingan politik menyongsong tahun Pemilu 2014.

Oleh karena itu, dirinya menilai pemerintah tidak serius memerangi penyelundupan BBM bersubsidi. Alih-alih memperketat pengawasan, pemerintah justru lebih memilih menambah kuota BBM bersubsidi.

"Dengan langkah instan seperti itu, patut diduga ada oknum pemerintah yang berkepentingan dan menikmati hasil pencurian BBM bersubsidi," kata dia.

Pria yang duduk di Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu lalu membeberkan klaim kelangkaan BBM oleh pemerintah janggal karena tahun anggaran 2013 baru berjalan empat bulan saja. Sehingga tidak mungkin kuota BBM bersubsidi 2013 yang sebelumnya ditetapkan 46 juta kiloliter sudah terserap semuanya.

"Dengan demikian, kelangkaan saat ini lebih disebabkan pencurian atau penyelundupan. Dan, kalau fakta kelangkaan terjadi di begitu banyak daerah, berarti pencurian BBM bersubsidi sejak awal tahun ini mencapai skala sangat besar alias gila-gilaan," tandasnya.

Karena itu, dia menekankan patut diduga pihak yang mengotaki pencurian dan penyelundupan BBM bersubsidi sedang menghimpun dana untuk menyongsong Pemilu 2014.

Dia mengatakan dirinya justru bertanya alasan Kementerian ESDM begitu ringan tangan dengan rencana menambah kuota BBM bersubsidi 2013 menjadi 48,5 juta kiloliter. Seharusnya, kementerian ESDM meningkatkan sinergi dengan Polri dan pihak terkait lain guna memperkecil akses penyelundupan BBM bersubsidi.

Apalagi belum lama ini, Satgas pengendalian dan pengawasan BBM bersubsidi menangkap Kapal MT Zarena berbendera logo pertamina yang sedang mencoba menyelundupkan solar subsidi ke Singapura di perairan Batam.

"Namun hingga kini kasus itu tidak jelas bagaimana diselesaikan," imbuh Bambang.

Penulis: Markus Junianto Sihaloho/FEB