Ilustrasi Cybercrime.

Jakarta - Kejahatan cyber terus berkembang tanpa batas dan waktu, dengan modus berbeda-beda. Menanggapi permasalahan itu, Polda Metro Jaya bakal merespon secara langsung setiap laporan atau tindak kejahatan cyber yang ditemukan.

"Setiap laporan polisi akan kita tindak lanjuti, apapun laporan itu. Namun, kami berharap masyarakat juga turut membantu melaporkan setiap kejadian yang ada. Nanti dari kami akan segera meresponnya," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Putut Eko Bayuseno, di Mapolda Metro Jaya, Senin (29/4).

Dikatakan Putut, kerjasama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan Australia Federal Police (AFP), dalam bidang penanganan kejahatan cyber, diharapkan mampu meningkatkan kinerja penyidik dalam menangani bukan hanya kasus cyber crime, namun juga terorisme di Indonesia.

"Harapannya kinerja anggota lebih baik lagi. Disamping melaksanakan pemantauan dengan alat cyber ini, kami juga melakukan dengan cara manual melalui Babinkamtibmas di setiap kelurahan, khususnya terorisme," tambahnya.

Sementara itu, Kasubdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, AKBP Audie Latuheru, menyampaikan dalam menangani kejahatan cyber perlu kerjasama antar institusi. Pasalnya, kejahatan cyber tak kenal batas dan waktu.

"Diketahui, cyber crime tak ada batas dan tak kenal waktu. Kemampuan para pelaku cryber crime berkembang begitu cepat, soalnya penjahat cyber itu kreatif dan inovatif. Mungkin di Indonesia kita bisa antisipasi, tapi dalam hitungan menit, jam atau waktu yang sama, sudah muncul lagi kejahatan dengan cara baru. Karena itu untuk antisipasi kita perlu kerjasama dengan negara lain," paparnya.

Audie mengatakan, kerjasama dengan AFP dilakukan dalam bentuk tukar informasi dan pelatihan. "Kita menyatukan sistem atau cara, sehingga penanganan barang bukti digital dan bentuk laporan memiliki nilai secara hukum. Intinya, bagi-bagi informasi cara penyidikan," ungkapnya.

Menurut Audie, sistem itu terkoneksi antar Polda yang ada di Indonesia. Ketika salah satu Polda menangani kasus cyber, otomatis bisa diakses Polda lain sehingga bisa saling memberikan informasi terkait penyidikan. "Terkoneksi dengan Polda lain, sudah punya link, pusatnya di Cyber Crime Mabes Polri," katanya.

Audie menegaskan, bantuan dan kerjasama dengan kepolisian Australia sangat berguna membantu penyidikan kasus cyber crime yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Efektifitasnya tentu sangat baik. Karena dalam bantuan ini, kita diberikan peralatan-peralatan laboratorium cyber. Kita bisa mengeksplor barang bukti digital kejahatan cyber. Ada pelatihan dan peralatan yang canggih, seperti alat menganalisa hard disk dan barang digital lain. Sangat berguna dalam penanganan penyidikan," tandasnya.

Penulis: Bayu Marhaenjati/AF